ISLAM GANTIKAN KOMUNIS DALAM PENGANIAYAAN UMAT KRISTEN DUNIA

DULU berbagai kasus
penderitaan umat Kristen terbesar terjadi di
negara-negara komunis. Namun, kini kelompok
fundamentalisme Islam telah menggantikan
komunisme sebagai penyebab nomor wahid
dalam penganiayaan terhadap umat Kristen,
demikian laporan International Christian
Concern (ICC).
ICC merilis daftar negara-negara terburuk di
dunia yang melakukan penganiayaan
sepanjang tahun 2010. Daftar yang disebut
“Hall of Shame” tersebut memasukkan dua
negara baru, yaitu Irak dan Mesir, yang
menurut laporan ICC mengalami peningkatan
substansial dalam kekerasan anti-Kristen.
Di Irak, orang-orang Kristen dibunuh hampir
setiap minggunya sejak peristiwa Oktober
2010 ketika kelompok militan Islam
menewaskan lebih dari 50 jemaat di sebuah
gereja Baghdad. Tak lama berselang, al-Qaidah
mengumumkan bahwa orang-orang Kristen
menjadi target kelompok Mujahidin.
Menurut badan urusan pengungsi PBB,
serangan terhadap gereja Baghdad yang
diikuti dengan pembunuhan secara acak
terhadap orang-orang Kristen dalam minggu-
minggu berikutnya telah memicu eksodus
ribuan umat Kristen dari kota itu.
Sementara itu, di Mesir, tingkat kekerasan
terhadap umat Kristen juga mengalami
peningkatan. Pada bulan Januari 2010,
sekelompok pria Muslim bersenjata
menembak mati enam warga Kristen.
Kemudian, pada bulan November, dua orang
tewas ketika kepolisian Mesir melepaskan
tembakan kepada warga Kristen yang sedang
melakukan aksi protes di Giza. Terakhir,
minggu ini, ketika sebuah bom bunuh diri
mengakibatkan tewasnya 21 warga Kristen di
luar sebuah gereja di Aleksandria pada
perayaan Tahun Baru.
Presiden ICC, Jeff King, dalam pengantar
laporan ICC mengatakan bahwa laporan
tingkat penganiayaan, penindasan, pelecehan,
penangkapan dan pembunuhan warga Kristen
di negara-negara komunis terus mengalami
penurunan, dengan pengecualian Korea Utara
dan Cina, di negara-negara Islam, justru yang
terjadi sebaliknya.
Di Korea Utara, ICC menerima laporan bahwa
orang-orang Kristen mendapatkan hukuman
lebih berat daripada para penjahat. Bahkan
diperkirakan ada 100.000 orang Kristen yang
kini berada di kamp kerja paksa, dimana
mereka dipaksa untuk bekerja sampai mati.
Asia News melaporkan bahwa para pejabat
Korea Utara menyerbu sebuah gereja rumah di
Pyungsung County pada bulan Mei kemudian
menangkap 23 orang Kristen. Tiga pendeta
dihukum mati, sedangkan 20 orang lainnya
dikirim ke kamp kerja paksa.
Di Cina, penggerebekan terhadap gereja-
gereja rumah juga mengalami peningkatan.
Banyak orang Kristen ditangkap dan dikirim ke
kamp kerja paksa untuk menjalani “re-
edukasi” tanpa menjalani persidangan terlebih
dahulu.
King mengatakan bahwa kasus penganiayaan
terhadap orang-orang Kristen mengalami
perkembangan drastis di seluruh dunia,
terutama di dunia Islam.
“Anti-Kristen bangkit di negara-negara Islam
menjelang 2011, seperti terlihat dari serangan
mengerikan di Mesir, Pakistan dan Irak tahun
ini,” kata King.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s