Apakah alkitab itu?

Alkitab itu selain berisi Firman Tuhan, juga
layaknya …buku “sejarah” yang jujur karena
menuturkan aneka kisah manusia apa adanya, yang
ditulis oleh puluhan orang, dari berbagai generasi, usia,
profesi, bahasa, lokasi dan dalam rentang waktu yang
sangat panjang.
Di sana anda tidak hanya akan menjumpai kisah-kisah
kebaikan dan kesucian, tetapi juga kisah-kisah
kejahatan dan kerusakan moral manusia. Alkitab
mencatat semua itu secara detil dan lengkap, tidak ada
yang ditutup-tutupi demi mendidik manusia. Alkitab
merekam dan melukiskan bahwa setiap sisi kehidupan
dunia ini penuh dengan aneka persaingan antara yang
jahat dan yang baik. Itulah kenapa Alkitab memuat
cerita dan tema yang kontroversial, yang membuat
banyak orang, termasuk anda, terheran-heran,
bertanya-tanya dan tak habis pikir. Manusia harus
belajar melihat yang jahat dan yang baik agar tahu
dan bisa membedakan mana perilaku yang berkenan di
mata Tuhan dan mana pula perilaku yang dimurkai oleh
Tuhan.
Alkitab ingin menunjukkan bahwa tak ada manusia
yang sempurna, dan dunia ini penuh dengan dosa dan
kemunafikan. Bahkan Nabi sekalipun tidak luput dari
aneka kesalahan dan dosa yang membuat Tuhan
murka. Nabi Musa, misalnya, dihukum Tuhan tidak
boleh menginjakkan kaki di tanah perjanjian, karena
emosinya yang meledak-ledak. Daud juga tidak
diizinkan membangun Bait Suci di Yerusalem karena
dosa-dosanya. Alkitab mengupas semua dosa para
tokohnya secara amat jujur. Tidak ada sisi gelap
seseorang yang sengaja ditutup-tutupi, atau
dirahasiakan. Alkitab mengatakan segala sesuatu apa
adanya.
Namun, sekalipun Tuhan marah kepada Musa dan
Daud, Tuhan tetap mengasihi orang-orang pilihan-Nya
itu. Tuhan selalu membimbing, menuntun, dan tidak
pernah melupakan apalagi meninggalkan mereka.
Inilah keunikan dan keistimewaan ajaran Alkitab, yang
tiada bandingnya dengan kitab-kitab lain manapun juga
yang pernah ditulis manusia.
Sekalipun Alkitab ditulis oleh beragam orang, dari
berbagai generasi, beraneka profesi, berlainan bahasa,
lokasi dan zaman, serta kurun waktu yang sangat
panjang, namun pesan dari kisah-kisah yang ditulis
memiliki kesinambungan dan keharmonisan antara satu
dengan yang lain, yang melukiskan hubungan antara
Tuhan dan dunia. Kristen percaya, ada pengarang
tunggal Ilahi di belakang para penulis Alkitab itu yang
mengilhami dan menerangi pikiran dan hati mereka
dengan satu pokok pemersatu.
Alkitab sendiri menyatakan satu pokok tersebut.
Berulang kali pokok tersebut diungkapkan di beberapa
tempat berbeda, namun mungkin tidak ada yang lebih
jelas dari Paulus lakukan dalam suratnya kepada
Timotius, sebagai berikut :
“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah
mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat
kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan
oleh iman kepada Yesus Kristus. Segala tulisan yang
diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Tim.
3;15-17).
Pendeknya, para penulis Alkitab membicarakan ratusan
masalah yang kontroversial secara harmonis dan
berkesinambungan dari Kitab Kejadian sampai Kitab
Wahyu, dimana semuanya itu ada satu kisah yang
berurai dan berpuncak pada “Penebusan manusia oleh
Tuhan.”
Kalau diteliti latar belakang penulisan berbagai
dokumentasi Alkitab, kita akan melihat bahwa itu
ditulis sepanjang kurun waktu lebih dari 1500 tahun.
Para penulisnya menulis di berbagai negeri yang
berbeda, dari Italia di Barat sampai ke M…esopotamia
dan Persia di Timur. Ditulis dalam aneka bahasa yang
berbeda. Dalam II Raja-Raja 18;26-28 disebut “bahasa
Yehuda”. Dalam Yesaya 19;18 disebut “Bahasa Kanaan.”.
Kemudian bahasa Aramik, yang menjadi bahasa umum
di Timur Dekat sampai zaman Alexander Agung (abad
ke-6 sM-abad ke-4 sM). Kemudian, bahasa Yunani, yang
digunakan dalam Perjanjian Baru yang merupakan
bahasa internasiomnal pada zaman Yesus. Para penulis
Alkitab sendiri memiliki latar belakang profesi yang
sangat beragam. Ada seorang raja, penggembala,
prajurit, pembuat undang-undang, nelayan, negarawan,
pejabat tinggi, imam dan nabi, seorang yang non-
Yahudi. Selain itu, karya-karya tulis itu juga terdiri jenis
kesusateraan yang beragam. Termasuk di antaranya
adalah sejarah, hukum, syair keagamaan, risalah
pendidikan, parablel dan alegori, biografi, surat pribadi,
kenangan pribadi, buku harian, selain bentuk Alkitabiah
yang khas berupa Nubuat dan Wahyu Tuhan.
Meskipun demikian, Alkitab bukanlah sekadar
kumpulan karya tulis atau antologi, tetapi ada kesatuan
yang mempersatukan semuanya. Alkitab memiliki
kesinambungan dan keharmonisan yang tidak terputus,
yang berpuncak pada penebusan Yesus Kristus.
Meskipun dahulu ditulis di atas bahan-bahan yang
mudah rusak, harus disalin ulang selama ratusan tahun
sebelum teknik pencetakan ditemukan, gaya,
ketetapan dan keberadaannya tetap dapat
dipertahankan. Bahkan Alkitab lebih terpercaya dan
terpelihara baik, karena didukung oleh lebih banyak
dokumen dan bukti naskah, dibandingkan semua kitab
yang pernah ada, termasuk karya sastra kuno yang
pernah ditulis sepanjang sejarah manusia.
Bernard Ramm, berbicara tentang ketetapan dan
jumlah naskah-naskah Alkitabiah : “Orang-orang Yahudi
telah melindungi dengan cara yang lebih baik daripada
perlindungan terhadap naskah mana pun. Dengan
“massora” (parva, magna, finalis) nya mereka
mengawasi setiap huruf, suku kata, kata, paragraph.
Ada kelas-kelas khusus di masyarakat Yahudi yang
semata-mata bertugas melindungi dan menyalin
dokumen-dokumen ini dengan ketelitian yang nyaris
sempurna. Yahudi dikaruniai kemampuan intelektual
yang relatif lebih tinggi dari rata-rata manusia biasa,
sehingga mereka tahu dan mampu bagaimana
menjaga dan melindungi kitab sucinya itu, demi
memelihara keasliannya.
John Warwick Montgomery pernah mengatakan
bahwa, “Tidak mempercayai Alkitab yang ada sekarang
adalah sama saja dengan meniadakan semua
kesusateraan kuno, karena tidak ada dokumen kuno
yang didukung oleh lebih banyak bibliografi seperti
Alkitab.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s