Fakta sejarah MUSA

Musa
מֹשֶׁה
Mošé
“Bayi Musa diambil dari air”, oleh Nicolas Poussin, 1638.
[1]Arti namaOrang yang diambil dari air
[2] [2]Orang tuaAmram (ayah), Yokhebed (ibu)
[3]IstriZipora anak Yitro (Rehuel)
[4]AnakGersom dan Eliezer
[2] [5]Harun (laki-laki), MiryamSaudara
(perempuan)
Pengantara Allah, Pemberi Hukum,
Pekerjaan[6]Nabi, Pemimpin Bangsa
[7]Tempat lahirGoshen, Mesir
[8]Gunung Nebo , Moab (YordaniaTempat mati
modern)
[9]Umur120 tahun
Sumber
Musa (bahasa Ibrani: מֹשֶׁה Mošé; bahasa Tiberia: Mōšeh;
bahasa Arab: ﻣﻮﺳﻰ, Mūsā; bahasa Ge’ez
(sekitar 1527-1408 SM) adalah seorang nabi yang
menyampaikan Hukum Taurat dan menuliskannya
dalam Pentateveh/Pentateukh (Lima Kitab Taurat). Musa
adalah anak Amram bin Kehat dari suku Lewi, anak
Yakub bin Ishak. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun
1450 SM. Ia ditugaskan untuk membawa Bani Israil
keluar dari Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 873
kali dalam 803 ayat dalam 31 buku di Alkitab
[10]Terjemahan Baru dan 136 kali di dalam Al-Quran. Ia
memiliki orang 2 anak (Gersom dan Eliezer) dan wafat
di Tanah Tih (Gunung Nebo).
Pandangan Yahudi dan KeKristenan
Musa adalah seseorang yang diutus oleh Allah untuk
pergi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan
Mesir, dan menuntun mereka pada tanah perjanjian
yang dijanjikan Allah kepada Abraham, yaitu tanah
Kanaan.
Musa harus melewati berbagai macam rintangan
sebelum akhirnya benar-benar menerima mandat
sebagai orang yang diutus oleh Allah untuk
membebaskan bangsa Israel, seperti misalnya hampir
dibunuh ketika ia masih bayi, dikejar-kejar oleh Firaun,
sampai harus menjalani hidup sebagai pengembala di
Midian selama 40 tahun . Itu semua diijinkan Tuhan
untuk membentuk karakternya, sampai akhirnya Tuhan
menemuinya sendiri dalam peristiwa semak belukar
yang terbakar namun tidak dapat habis terbakar.
Ketika Musa sudah menerima mandat untuk
membebaskan bangsa Israel, kuasa Tuhan mulai
menyertai Musa, ditandai dengan adanya mujizat-
mujizat yang diadakan oleh Tuhan melalui Musa, baik
ketika masa pembebasan Israel dengan tulah-tulah,
maupun ketika masa perjalanan bangsa Israel ke
Kanaan.
Pada akhirnya, Musa tidak sampai memimpin bangsa
Israel masuk ke tanah tersebut, oleh karena kesalahan
perkataan Musa di Mara yang disebabkan oleh betapa
pahit hati Musa menghadapi orang Israel. Musa hanya
mengantarkan orang Israel sampai ke tepi sungai
Yordan di mana di seberang sungai tersebut terletak
Kanaan, tanah yang dijanjikan tersebut. Musa akhirnya
digantikan oleh abdinya yang setia yaitu Yosua, yang
pada akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel masuk
tanah Kanaan.
Garis waktu kehidupan Musa adalah sebagai berikut:
Musa dilahirkan setelah Yusuf meninggal, di dalam
pemerintahan Firaun.
Musa berasal dari suku Lewi.
Etimologi
Menurut Kitab Kejadian, nama Musa berarti “diangkat
dari air”. Beberapa ahli kitab masih mempercayai bahwa
“air” di Alkitab seringkali merupakan metafora yang
menunjuk kepada bangsa kafir, setan (sebuah
pemahaman yang dapat dimengerti untuk seorang
pengembara di padang gurun), dan
[rujukan?]keduniawian. Maka itu, nama Musa
menyimbolkan sebuah harapan keselamatan dari setan
oleh Tuhan(?) selama Tuhan menuntun mereka ke tanah
perjanjian. Musa juga memimpin bangsa Israel
melewati Laut Merah, yang mana itu juga menunjukkan
penyelamatan dari air.
Dalam Hubungannya Dengan Kebudayaan Mesir
[rujukan?]Beberapa ahli kitab Yahudi mempercayai
bahwa nama Musa yang sesungguhnya adalah
versi bahasa Mesir dari “diangkat (dari air)”, dan
kemudian itu diserap ke dalam bahasa Yahudi,
entah melalui tulisan dalam Alkitab, atau oleh Musa
sendiri kemudian.
[rujukan?]Banyak ahli kitab modern mempercayai
bahwa putri Firaun mungkin memberikan namanya
dari bahasa Mesir “Mose”/”Mese”, yang artinya
“anak” atau “keturunan” atau “pemberian”;
contohnya: “Thutmose” berarti “anak dari Thoth”,
dan Rameses berarti “anak yang diberi oleh Ra”.
[rujukan?]Banyak ahli kitab yang mempercayai
bahwa Musa sesungguhnya memiliki nama
lengkap dalam bahasa Mesir, dengan nama utama
“Mose”/”Mese” dan digabung dengan nama dewa
Mesir (mirip seperti Rameses), tapi nama dewa itu
kemudian ditanggalkan, entah pada saat dia
menggabungkan diri ke dalam budaya Israel, atau
oleh penulis-penulis selanjutnya, yang merasa
terganggu dengan fakta bahwa Nabi mereka
memiliki nama Mesir yang sedemikian.
Dalam bahasa Mesir kuno, kata “Mo” itu berarti “Air,
sementara kata “Sa” berarti “Anak”. Nama
lengkapnya “Mosa” berarti “anak dari air”, seperti
fakta bahwa dia ditemukan dalam keranjang di
atas air.
Lain-lain
Dari antara orang-orang Aram dan Neo-Hitit, penduduk
di Sam’al Utara, Yaudi, menyebutkan bahwa ada jejak-
jejak kebudayaan nenek moyang pahlawan Moschos,
menunjuk kepada pahlawan Yunani Mopsus (yang
mana namanya berarti “anak sapi” yang memiliki
[11]beberapa kesamaan dengan Musa kesamaan-
kesamaan ini hanya tetang berada di lokasi yang sama
dan memiliki nama yang sama.
Latar Belakang
Sebelum terjadinya perbudakan Israel, bangsa Israel
hidup senang di tanah Mesir, selama bangsa Mesir
berada di bawah pemerintahan Yusuf, yang adalah
orang Israel. Yusuf merupakan orang Israel yang dijual
ke tanah Mesir oleh saudara-saudaranya oleh karena iri
hati. Namun oleh karena pertolongan Tuhan, Yusuf
dapat melalui itu semua dan pada akhirnya menjadi
penguasa tingkat dua mesir, setingkat langsung di
bawah firaun yang waktu itu berkuasa. Firaun
memberikan kuasa dan kepercayaan penuh kepada
Yusuf untuk melakukan apapun yang dianggap Yusuf
baik bagi Mesir, dan kemudian Yusuf memboyong
keluarganya pindah ke tanah Mesir, karena di Kanaan
tempat keluarganya dahulu berdiam terjadi kelaparan
hebat. Itulah penyebab awal mula bangsa Israel dapat
tinggal di Mesir. Musa adalah anak Amram dan
Yokhebed, saudara dari ayah Amram yaitu Kehat, yang
adalah kaum suku Lewi. Musa memiliki dua orang
saudara, yaitu Miriam dan Harun. Musa dilahirkan di
dalam pemerintahan Firaun. Setelah beberapa waktu,
Yusuf pun meninggal. Dan berkuasalah seorang Firaun
yang tidak mengenal Yusuf. Firaun ini khawatir dan
cemas akan perkembangan jumlah bangsa Israel yang
begitu besar jumlahnya, bahkan sudah melebihi jumlah
dari bangsa Mesir sendiri. Firaun khawatir bangsa Israel
suatu saat akan membelot dan bersekutu dengan
tentara musuh ketika bangsa Mesir sedang menghadapi
peperangan.
Oleh karena itu, Firaun melakukan hal-hal ini untuk
menekan laju pertumbuhan penduduk Israel:
1. menempatkan pengawas-pengawas rodi untuk
menindas bangsa Israel dengan paksa.
2. menyuruh bidan-bidan yang membantu bangsa
Israel bersalin untuk membunuh setiap bayi yang
dilahirkan begitu keluar dari kandungan, apabila
bayi tersebut laki-laki.
3. menyuruh pengawalnya membunuh melemparkan
semua bayi laki-laki yang ditemui ke sungai Nil.
Namun segala hal tersebut ternyata tidak dapat
menekan angka pertumbuhan penduduk Israel, bahkan
semakin bertambah banyak.
Pada saat itu, Yokhebed, ibu Musa, melahirkan Musa,
dan kelahiran itu dirahasiakan. Namun sesudah tiga
bulan, Yokhebed tidak mampu merahasiakannya lagi.
Oleh karena itu, Yokhebed mengambil sebuah
keranjang pandan. Musa diletakkan di dalam keranjang
tersebut, dan kemudian keranjang itu dihanyutkan di
sungai Nil. Sementara itu kakak perempuannya, Miriam,
mengamati dari jauh tentang apa yang akan terjadi
dengan keranjang itu.
Kemudian datanglah puteri Firaun, bersama dayang-
dayangnya untuk mandi di sungai Nil. Ketika ia melihat
keranjang tersebut, dia menyuruh dayangnya untuk
mengambilnya. Ketika dibuka, nampaklah bayi tersebut,
dan puteri Firaun tersebut merasa kasihan. Demikianlah
puteri Firaun memutuskan untuk mengadopsi bayi
tersebut sebagai anaknya, karena ia sendiri tidak
memiliki anak.
Kelahiran
Kitab Keluaran
1:8. Kemudian bangkitlah seorang raja baru imemerintah
tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 1:9 Berkatalah
raja itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat
banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.
1:10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap
mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi
dan–jika terjadi peperangan–jangan bersekutu nanti
dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari
negeri ini.” 1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi
ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka
dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi
Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
1:12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan
berkembang mereka, sehingga orang merasa takut
kepada orang Israel itu. 1:13 Lalu dengan kejam orang
Mesir memaksa orang Israel bekerja, 1:14 dan
memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang
berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan
berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala
pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir
kepada mereka itu.
1:15. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-
bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang
bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 1:16
“Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu
bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu
lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya,
tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.” 1:17
Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak
melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada
mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. 1:18 Lalu
raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya
kepada mereka: “Mengapakah kamu berbuat demikian
membiarkan hidup bayi-bayi itu?” 1:19 Jawab bidan-
bidan itu kepada Firaun: “Sebab perempuan Ibrani tidak
sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka
kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin.” 1:20
Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu;
bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat
ganda. 1:21 Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah,
maka Ia membuat mereka berumah tangga. 1:22 Lalu
Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya:
“Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi
orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak
perempuan biarkanlah hidup.”
2:1. Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan
seorang perempuan Lewi; 2:2 lalu mengandunglah ia
dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya,
bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan
lamanya. 2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya
lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti
pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter,
diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti
itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 2:4
kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh
untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
2:5. Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai
Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi
sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-
tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya
perempuan untuk mengambilnya. 2:6 Ketika dibukanya,
dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis,
sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata:
“Tentulah ini bayi orang Ibrani.” 2:7 Lalu bertanyalah
kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan
kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu
dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi
tuan puteri?” 2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya:
“Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu:
“Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku
akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan
itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. 2:10 Ketika
anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri
Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan
menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah
menariknya dari air.”
Masa Dewasa
Setelah berumur 40 tahun, Musa melarikan diri dari
Mesir karena ia membunuh seorang Mesir. Ia sampai ke
Midian dan menjadi penggembala domba selama 40
tahun lamanya. Ia menikahi putri imam Zadok dan
mempunyai dua orang anak. Kemudian Musa diutus
oleh Allah yang berbicara kepada Musa melalui semak
yang menyala-nyala namun tidak terbakar. Allah
mengutus Musa untuk menyelamatkan bangsa Israel
dari perbudakan. Musa pun kembali ke Mesir untuk
meminta Firaun melepaskan bangsa Israel dengan
ditemani Harun, kakaknya.
Firaun tidak bersedia melepaskan bangsa Israel karena
hatinya dikeraskan oleh Allah untuk menunjukkan
kuasa Allah kepada manusia. Akhirnya Allah
menimpakan sepuluh tulah kepada bangsa Mesir yang
puncaknya diperingati oleh bangsa Yahudi sebagai hari
raya ‘Pesakh’ atau pelepasan (Paskah zaman Perjanjian
Lama menurut orang Kristen).
Musa memimpin bangsa Israel dari Mesir menuju tanah
perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, yaitu
tanah Kanaan. Ketika mulai keluar dari Mesir, sang
Firaun mengubah pikirannya dan mengejar kembali
orang Israel. Musa kemudian membelah Laut Merah
sehingga rakyat Israel yang hampir terkejar dapat
menyeberang dan kemudian Musa menenggelamkan
para pengejar yang berusaha menangkap kembali
orang Israel. Selama perjalanan, bangsa Israel terus
mengeluh dan mencobai Allah sehingga Allah marah
dan menghukum Israel mengembara di padang pasir 40
tahun.
Musa menerima Sepuluh Perintah Allah di bukit Sinai,
dan menerima peraturan-peratuan peribadatan dan
hukum-hukum sipil yang dilakukan oleh bangsa Israel
hingga hari ini. Allah dengan perantaraan Musa
melakukan banyak mujizat kepada bangsa Israel yang
tidak percaya seperti memberikan manna, air, dan
burung puyuh untuk menjadi makanan pokok orang
Israel selama di gurun sehingga mereka tidak kelaparan
maupun kehausan. Setelah 40 tahun lamanya memutari
jazirah Arab, bangsa Israel sampai ke tanah Kanaan,
namun sebelum memasukinya, Musa naik ke bukit
Horeb dan meninggal. Jasadnya diangkat oleh Allah
sehingga tidak ada kuburannya. Kepemimpinan Musa
selanjutnya digantikan oleh Yosua, seorang jenderal
yang takut akan Tuhan.
Pelayanan
Selama tugasnya tersebut, Musa melakukan berbagai
pelayanan, antara lain:
Penulis
Musa merupakan penulis 5 kitab pertama dari
Perjanjian Lama dari Alkitab. Kitab-kitab tersebut adalah
Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.
Kitab-kitab tersebut kemudian dikenal di kalangan orang
Yahudi dengan nama Taurat, karena di dalam kitab-
kitab tersebut terkandung banyak sekali perintah-
perintah yang disampaikan oleh Tuhan kepada Musa
untuk bangsa Israel.
Hakim
Musa mengatur kehidupan seluruh umat Israel, dan
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada
di dalam bangsa Israel. Namun semakin lama
permasalahan itu semakin banyak, dan Musa harus
menangani permasalahan seluruh bangsa Israel yang
mengantri untuk diselesaikan permasalahannya dari
pagi hingga malam hari. Atas saran Yitro mertuanya,
Musa mengangkat pemimpin-pemimpin atas bangsa itu
untuk menangani perkara-perkara yang kecil-kecil,
sehingga Musa hanya menangani masalah-masalah
yang cukup besar saja.
Pembuat Tabut Perjanjian
Musa, atas perintah Tuhan, membuat tabut perjanjian
dan kemah suci, di mana di dalam tabut perjanjian itu
terletak dua loh batu yang berisi sepuluh perintah Allah.
Dalam pembuatan itu, Musa dibantu oleh Bezaleel bin
Uri bin Hur dari kaum Yehuda, dan Aholiab bin
Ahisamakh dari suku Dan. Mereka berdua adalah orang-
orang yang diperlengkapi Tuhan dengan keahlian.
Peran
Di dalam Alkitab, Musa merupakan seseorang yang
diutus oleh Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel
dari perbudakan Mesir dan menuntun Israel menuju
tanah perjanjian, yaitu tanah Kanaan.
Di dalam Agama Kristen, Musa sangat berperan dalam
menuliskan perintah-perintah Tuhan secara tertulis,
seperti 5 kitab Taurat, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat,
Bilangan, Ulangan. Musa juga dikenal sebagai orang
yang mendapatkan 10 perintah Allah, langsung dari
Allah.
Musa juga berperan untuk menguak sisi-sisi pribadi
Allah, yang pada zaman orang Israel dianggap sebagai
Pribadi yang menakutkan dan cenderung untuk
menghukum. Musa menunjukkan bahwa bahkan pada
zaman itu pun Musa dapat bergaul karib dengan Tuhan,
bahkan sampai disebutkan berbicara berhadap-hadapan
muka dengan Allah seperti sepasang sahabat.
Musa juga mengajarkan bagaimana untuk menjadi
seorang pemimpin yang penuh belas kasihan terhadap
orang-orang yang dipimpinnya. Di dalam banyak
kesempatan ketika orang Israel memberontak, Tuhan
sudah “menawarkan” kepada Musa untuk mengambil
jalan pintas, yaitu dengan Tuhan memberantas seluruh
orang Israel, dan akan menjadikan dari Musa seorang,
suatu keturunan, bangsa yang besar. Namun Musa
belajar untuk tidak mementingkan dirinya sendiri, dan
memperjuangkan orang Israel di hadapan Tuhan.
Namun Musa juga mampu marah bila saatnya tepat.
Musa sungguh-sungguh marah kepada orang Israel
ketika orang Israel, bahkan sampai Harun, kakaknya,
berbuat dosa dengan menyembah patung Lembu Emas,
sementara Musa sedang naik ke gunung Sinai untuk
mendapatkan petunjuk dari Tuhan untuk bangsa Israel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s