Klaim islam: nubuat kenabian muhammad 3

3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
===========================================================================
Yesaya 29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya
itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu
diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan
mengatakan: “Baiklah baca ini, ” maka ia akan
menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu
termeterai”;
Yesaya 29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada
seorang yang tidak dapat membaca dengan
mengatakan: “Baiklah baca ini, ” maka ia akan
menjawab: “Aku tidak dapat membaca. ”
*** PERHATIKAN : Maka bagimu penglihatan dari
semuanya itu SEPERTI isi sebuah kitab yang termeterai,
*** PERHATIKAN : kata “SEPERTI”
Kita tahu bersama, pemakaian kata “SEPERTI”,
mengindikasikan kalimat tersebut adalah sebuah
perumpamaan/kiasan/bukan hal fisik yg nyata.
Contoh: “bodimu SEPERTI gitar spanyol”.
Disana, kata “gitar spanyol” bukanlah benda fisik
sebuah gitar yg nyata (exist), tapi hanya sebuah
imajinasi pembanding kemiripan bentuk. Sedangkan
benda yang nyata disana adalah bodi seseorg.
Jadi makna “SEBUAH KITAB” dan “BUTA HURUF/tidak
dapat membaca” dalam Yesaya 29:12 bukanlah hal
nyata yg akan terjadi, namun statusnya hanya sebagai
analogi atau perbandingan.
===========================================================================
BTW, BENARKAH MUHAMMAD BUTA HURUF?
Muhammad adalah seorang pedagang yang terkenal.
“Para ulama” yang mengada-adakan kebohongan
dengan beranggapan Nabi itu buta huruf lupa bahwa
pada zaman Muhammad, TIDAK ADA NOMOR-NOMOR
digunakan; dan huruf abjad Arab telah digunakan
sebagai NOMOR-NOMOR. Sebagai seorang pedagang
yang berurusan dengan nomor nomor setiap hari, Nabi
tentunya tahu tentang abjad, dari satu sampai keseribu.
Alasan utama muslim mengklaim Muhamad buta huruf
berasal dari hadis dimana Aisha, isteri Muhamad,
mengatakan :
” Malaikat datang padanya dan memintanya untuk
membaca. Nabi menjawab “Saya tidak tahu bagaimana
membaca”. Nabi menambahkan, “Malaikat memegang
saya dan menekan saya begitu keras sampai saya
tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan
sekali lagi meminta saya untuk membaca (Ikrar) dan
saya jawab, ‘Saya tidak tahu bagaimana membaca”
(Sahih Bukhari, Volume 1, Book 1, Number 3 , Book of
Revelation)
Apakah Jibril membawa Quran dengannya ? Apakah ia
memegang Quran dihadapan Muhamad ? Dua-duanya
jawabannya TIDAK !
Wahyu Quran didapatkan pada waktu berbeda-beda
(Q 17:106).
Menurut mimpi Muhamad, Jibril mengatakan ‘Ikrar.’
Muhamad bingung: ia menyangka Jibril menawarinya
kaviar Rusia “Ikra”. Ketika ia sadar bahwa kata Arab
untuk Ikrar” berarti “membaca,” ia tidak dapat melihat
adanya buku untuk dibaca.
Lebih jelas lagi bisa dilihat pada akhir hadis diatas
(Sahih Bukhari, Volume 1, Book 1, Number 3 Book of
Revelation) dimana Aisha mengatakan :
” Ia kemudian membebaskan saya dan kembali
meminta saya untuk membaca, namun sekali lagi saya
menjawab “Saya tidak tahu bagaimana membaca
(atau, apa yang harus saya baca ?).”
Pernyataan ini lebih masuk akal. Muhamad tidak yakin
apa yang harus dibacanya sehingga ia tanya ‘Apa yang
harus saya baca ?’
muhammad Pada usia 25, Khadijah menunjuk
Muhamad untuk mengantar pesanan barang ke Syria.
Apakah mungkin orang buta huruf diberi tanggung
jawab untuk menyusun accounts/tata buku dan
mengerti perincian perdagangan internasional ?
Muhamad juga memiliki partner dagang di Mekah.
Partnernya ini, Sa’ib, melaporkan:
“Kami saling tergantung; jika Muhamad memimpin
karavan, pada saat kembali ke Mekah ia tidak akan
masuk rumah sebelum MEMBERESKAN TATA BUKU
dengan saya ; ”
Nah jelaslah bahwa Muhamad memiliki cukup
pengetahuan tentang dagang dan accounting.
Pengetahuan macam ini tidak dimungkinkan bagi orang
yang tidak mampu membaca.
Mari kita cari bukti lagi.
QS. 17:106 Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan
dengan berangsur-angsur agar kamu (Muhammad)
MEMBACAKANNYA perlahan-lahan kepada manusia dan
Kami menurunkannya bagian demi bagian.
QS. 27:92 Dan supaya aku MEMBACAKAN Al Qur’an
(kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat
petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat
petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa
yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini)
tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”.
Dalam hadis ini (Sahih Muslim, Book 019, Number 4401 ,
Book of Jihad and Expedition), al-Bara’ b. ‘Azib, salah
satu anggota gang Muhamad mengatakan :
“Abu Talib menulis perjanjian antara Rasulullah (saw)
dengan kaum musyrik, pada Hari
Hudaibiya. ..Mereka (kaum musyrik) mengatakan :
Jangan menulis kata2 “rasulullah.” Kalau
kita yakin anda memang rasulullah, kami tidak akan
melawanmu”. Nabi (saw) mengatakan kepada Ali:
“Hapus kata2 itu !” Ia, (Ali) mengatakan: “Saya tidak
akan
menghapuskannya.” Akhirnya Nabi (saw)
MENGHAPUSKANNYA dengan tangannya sendiri.”
Nah lagi ! Jika Muhamad tidak dapat membaca
bagaimana ia tahu kata2 mana yang harus
dihapuskan ?
Lihatlah hadis berikut ini:
“Diriwayahkan Amir ibn Shahr: .Rasulullah (saw)
MENULIS dokumen bagi Dhu Marran” (Sunan
Abu Daud Book 19, Number 3021)
Ini lagi saksi lain, Yazid ibn Abdullah, yan,
meriwayahkan,
“Kami berada di Mirbad. Datanglah seorang dengan
rambut terurai dan memegang selembar kulit merah
ditangannya. Kami kemudian bertanya: Siapa
MENULISKAN dokumen ini untuk mu ? Ia
menjawab: Rasulullah (saw).” (Sunan Abu-Dawud Book
19, Number 2993)
Apakah kita perlu bukti2 lain bahwa Muhamad TIDAK
buta huruf ?
Ibn ‘Abbas mengatakan,
“Pada saat penyakit Rasul semakin parah, ia
mengatakan, ‘Bawakan saya kertas (tulis) dan saya
akan
MENULIS pernyataan sehingga kau tidak akan
lengah.’ (Bukhari Vol 1. Book 3. No 114 Book of
Knowledge)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s