Antipati masyarakat amerika terhadap muslim

MUSLIM USA begitu berharap berita kematian pemimpin Al-Qaeda, memberikan
pengaruh positif terhadap perbaikan citra Islam
di kalangan mayarakat AS. Harapan itu
rupanya tidak terwujud.
Hasil survey gabungan Ohio State University,
Cornell University’s Survey Research Institute,
dan University of New Hampshire Survey
Center menyebutkan sentimen anti Muslim
justru meningkat semenjak Navy Seals
membunuh pemimpin Al-Qaeda dalam
serangan 1 Mei di Pakistan. Beberapa minggu,
sebelum kematian bin Laden, hampir setengah
dari responden menggambarkan Muslim
Amerika “dapat dipercaya” dan “cinta damai,”.
Namun, setelah kematian bin Laden,
prosentase kepercayaan masyarakat AS
terhadap Muslim justru menurun.
Hasil lainnya disebutkan ‘ada kenaikan’ jumlah
responden yang mengatakan kehadiran
Muslim di AS meningkatkan risiko negara itu
diserang teroris. Sebelum 1 Mei, hanya 27
persen yang percaya kehadiran komunitas
Muslim meningkatkan risiko AS diserang
teroris. Bulan berikutnya, prosentase itu
meningkat menjadi 34 persen.
Hasil analisis juga menyebutkan kesediaan
responden untuk memiliki teman seorang
Muslim naik mencapai 9-20 persen. Namun,
kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat
kepercayaan responden terhadap rasa
nasionalis komunitas Muslim. Disebutkan
kepercayaan responden terhadap rasa
nasionalis komunitas Muslim menurun dari
semula 62 persen menjadi 52 persen.
Robert Jones, CEO Intitite of Religion Public
Research yang bermarkas di Washington
mengatakan padangan positif masyarakat AS
terhadap Islam menurun dari semula 41 persen
menjadi 30 persen semenjak 2005. Erosi
pandangan positif itu, dikatakan Jones, akibat
opini publik yang terbentuk oleh kalangan
konservatif AS.
Kecenderungan itu, kata Jones, terekam dalam
pembahasan media-media AS yang
menyudutkan umat Islam lantaran kegiatan
Bin Laden yang berbau terorisme dan peranan
mayoritas Muslim Pakistan yang melindungi
bin Laden. “Hiruk-pikuk pemberitaan media
mengingatkan terorisme dan serangan 11
September,” kata peneliti Ohio State, Erik
Nisbet. Menurut dia, masyarakat AS sudah
terlanjur menyamakan Islam dengan
terorisme.
Salam Al-Marayati dari Muslim Public Affairs
Council, kelompok advokasi Muslim di Los
Angeles sepakat dengan pernyataan Jones.
Menurut dia, peranan media AS sangat
berpengaruh terhadap pembentukan citra
negatif umat Islam. ” Masyarakat AS,
utamanya komunitas Muslim AS, memiliki
pandangan yang sama soal Pakistan. Karena
itu, Muslim AS perlu kerja keras untuk dapat
menjawab segenap pertanyaan yang
mengangkut keyakinannya,” kata dia.
Kesimpulan survei merupakan hasil analisa
terhadap wawancara 500 responden di AS
dengan rentang waktu antara April 7 hingga 1
Mei 2011. (© Republika)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s