AKHIRNYA SEMUA PIHAK MEMPERSOALKAN ADANYA ISLAM DI TENGAH2 KOMUNITAS MEREKA

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan
pada orang-orang Perancis:”Kita terlalu banyak
menghabiskan waktu mengurusi identitas
orang-orang Muslim yang datang ke negeri
kita, dan tidak cukup punya waktu untuk
memperhatikan identitas negeri ini yang
menerima mereka.” Dalam sebuah debat di
televisi baru-baru ini, ia berkata kepada
pemirsa:”Jawaban saya jelas ya, ini adalah
sebuah kegagalan…Tentu saja kita semua
harus menghargai perbedaan, tetapi kita tidak
menginginkan sebuah masyarakat yang hidup
saling berdampingan…
Tetangga Muslim kita harus bisa
mempraktekkan agama mereka, sebagaimana
penduduk lainnya, tetapi kita di Perancis tidak
mau orang memamerkan diri tengah
sembahyang di jalan-jalan…Jika anda datang
ke Perancis, anda harus melebur menjadi
sebuah komunitas (bukan memisahkan diri
antara Muslim dan ‘Kafir’), dan jika anda tidak
bisa menerima hal ini, maka anda tidak akan
diterima di Perancis.
Komunitas nasional Perancis tidak bisa
menerima adanya sebuah perubahan dalam
gaya hidupnya, dimana mereka meyakini
adanya kesetaraan antara pria dan wanita dan
kebebasan bagi gadis-gadis muda untuk pergi
ke sekolah.” Pernyataan Sarkozy diberikan
setelah Perdana Menteri James Cameron
minggu lalu mengatakan bahwa uang publik
tidak boleh diserahkan pada kelompok-
kelompok etnis yang tidak menerima nilai-nilai
Inggris. Sementara itu, David Cameron
mengganggap kebijakan multikulturalisme
Inggris yang sudah dijalankan dalam jangka
waktu yang panjang, sebagai sebuah
kegagalan. Ia menyerang kebijakan
multikulturalisme yang sudah berlangsung
selama 30 tahun, dengan memperingatkan
bahwa kebijakan itu justru semakin
memperbesar ekstrimisme. Sementara itu,
Sarkozy mengutuk putusan yang dibuat hanya
beberapa bulan setelah Kanselir Jerman,
Angela Merkel mengatakan bahwa
multikulturalisme Jerman telah gagal
samasekali.
Angela Merkel berkata: Di awal tahun 1960an,
negara kita memanggil para pekerja asing
untuk datang ke Jerman dan sekarang mereka
tinggal di negara kita. Sejenak kita
mentertawai diri kita dengan berkata: ”Mereka
tidak akan menetap, (setelah beberapa waktu)
mereka akan pergi. Tetapi bukan ini yang
terjadi. Dan tentu saja, pendekatan untuk
membangun sebuah masyarakat multikultural
yang hidup berdampingan dan saling
memperdulikan satu sama lain…telah gagal,
benar-benar gagal.”
Perdana menteri Australia, John Howard dan
mantan perdana menteri Spanyol Jose Maria
Aznar pada bulan ini mengatakan bahwa
kebijakan-kebijakan multikultural tidak
berhasil mengintegrasikan para imigrant.
Lee Kuan Yew dikenal sebagai salah seorang
negarawan yang paling sukses di abad ke-20,
memimpin Singapura menjadi negara
merdeka, dan membangun sebuah negara
mini yang sebelumnya sangat miskin menjadi
sebuah negara dengan ekonomi kelas dunia,
meskipun negara ini terdiri dari populasi etnis
yang beragam. Ia pensiun sebagai perdana
menteri yang paling lama menjabat, dan pada
usia 87 tahun, hanya sedikit berkurang dalam
menyampaikan pikirannya. Ketika ditanya
penilaiannya mengenai perkembangan
multirasialisme di Singapura, Mr Lee berkata:
“Saya harus berbicara dengan jujur dan
terbuka untuk dinilai, tetapi saya tidak ingin
menyerang komunitas Muslim. Saya pikir kita
mendapatkan kemajuan yang sangat baik
hingga gelombang Islam datang, dan jika anda
menanyakan mengenai observasi saya,
komunitas-komunitas lainnya jauh lebih
mudah untuk berintegrasi – antar teman,
pernikahan dengan latar belakang yang
berbeda, India dengan Cina, Cina dengan
India. Tetapi tidak demikian dengan orang-
orang Muslim. Inilah hasil dari gelombang yang
muncul dari negara-negara Arab.” Kemudian ia
menambahkan:”Hari ini kita bisa
mengintegrasikan semua agama dan ras
kecuali Islam.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s