JIKA ISLAM MAYORITAS DALAM SEBUAH NEGARA. KAFIR PASTI DI HUKUM MATI.

Seorang
perempuan Kristen dijatuhi hukuman gantung
di Pakistan setelah dinyatakan bersalah karena
menghujat Nabi Muhammad. Asia Bibi, nama
perempuan yang merupakan ibu dari lima
anak dan berusia 45 tahun, itu menyangkal
telah melakukan hujatan tersebut. Kepada
para penyelidik ia mengatakan bahwa dirinya
dianiaya karena imannya di negara di mana
orang Kristen secara rutin menghadapi
pelecehan dan diskriminasi.
Kelompok-kelompok Kristen dan para aktivis
hak asasi manusia (HAM) mengecam vonis
yang dijatuhkan pada hari Senin (8/11/2010) itu
dan menyerukan agar undang-undang tentang
penghujatan di Pakistan dicabut. Para
pendukung Bibi mengatakan, dia sekarang
akan mengajukan banding terhadap hukuman
yang dijatuhkan di sebuah pengadilan lokal di
kota Sheikhupura, dekat Lahore, Pakistan,
tersebut.
Ashiq Masih, suaminya, mengatakan, ia tidak
sampai hati untuk memberitahukan putusan
pengadilan itu kepada dua dari lima anak
mereka. “Saya tidak memberitahukan kepada
dua anak perempuan saya yang lebih muda
tentang putusan pengadilan itu,” katanya.
“Mereka bertanya kepada saya berkali-kali
tentang ibu mereka, tetapi saya tidak punya
keberanian untuk memberi tahu mereka
bahwa hakim telah menghukum ibu mereka
dengan hukuman mati untuk kejahatan yang
dia tidak pernah lakukan.” Bibi telah ditahan di
penjara sejak Juni tahun lalu.
Dalam sidang pengadilan, berdasarkan
kesaksian Bibi, diungkapkan bahwa dia sedang
bekerja sebagai buruh tani di ladang bersama
para perempuan lain ketika ia diminta untuk
mengambil air minum. Sejumlah perempuan
lain—semuanya Muslim—menolak untuk
minum air itu karena dibawa oleh seorang
Kristen dan karena itu dinilai “najis”. Insiden ini
terlupakan sampai beberapa hari kemudian
ketika Bibi mengatakan dia diserang massa.
Polisi lalu dipanggil dan Bibi dibawa ke kantor
polisi demi keselamatan dirinya.
Shahzad Kamran dari Sharing Life Ministry
Pakistan, sebagaimana dikutip Dailymail,
mengatakan, “Polisi berada di bawah tekanan
dari massa Muslim, termasuk para ulama, yang
meminta Asia dibunuh karena ia telah
berbicara buruk tentang Nabi Muhammad. Jadi,
setelah polisi menyelamatkan nyawanya,
mereka kemudian mendaftarkan kasus
penghujatan terhadap dirinya.” Dia
menambahkan, Bibi telah diisolasi selama lebih
dari satu tahun sebelum dijatuhi hukuman
mati pada hari Senin itu. “Sidang pengadilan ini
jelas,” katanya. “Dia tidak bersalah dan dia
tidak mengatakan kata-kata itu.”
Kelompok-kelompok HAM percaya, hukum
sering digunakan untuk melakukan
diskriminasi terhadap agama minoritas, seperti
terhadap orang Kristen yang jumlahnya
diperkirakan sekitar tiga juta orang di negeri
itu. Meskipun belum ada yang pernah
dieksekusi berdasarkan undang-undang
penghujatan Pakistan, kebanyakan dibebaskan
pada tingkat banding, sebanyak 10 orang
diperkirakan telah dibunuh ketika masih
berada dalam proses di pengadilan.
Ali Hasan Dayan dari Human Rights Watch
mengatakan, undang-undang penghujatan
bertentangan dengan jaminan terhadap HAM
dalam konstitusi Pakistan, dan karena itu
undang-udang itu harus dicabut. “Ini
merupakan undang-undang cabul,” katanya.
“Pada dasarnya undang-undang penghujatan
digunakan sebagai alat penganiayaan dan
untuk menempatkan nilai lain yang tidak ada
hubungannya dengan agama. Itu membuat
agama minoritas sangat rentan karena
(undang-undang itu) sering digunakan untuk
melawan mereka.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s