FATWA MENYUSUI LELAKI DEWASA

Menyusui lelaki dewasa menurut Islam
(by Mumin Salih)
Isu menyusui lelaki dewasa sedang HOT di
Mesir dan merupakan fokus media di sejumlah
negara Timur Tengah. Ini semua dimulai ketika
Dr. Izzat Attya, kepala departemen Hadis
Universitas Al-Azhar, mengeluarkan FATWA
yang mengatakan : adalah sah bagi wanita
Muslim yang bekerja untuk MENYUSUI
KOLEGAnya untuk menghindari dosa
‘khulwa’ (atau ‘khalwat’ : berada disebuah
ruangan dengan hanya seseorang yang tidak
se-muhrim/ada hubungan keluarga).
Fatwa-fatwa serupa juga pernah dikeluarkan
ulama-ulama di Timur Tengah, tetapi ini
pertama kalinya fatwa macam itu datang dari
Al Azhar, institusi Islam yang paling prestisius
di dunia.
Universitas Al-Azhar
Dr. Attya mengerti bahwa muslimah-muslimah
yang sangat taat pada agama mereka
terpaksa harus keluar rumah dan bekerja.
Negara dan masyarakat memaksa wanita-
wanita ini untuk berbuat dosa khalwat, tanpa
melakukan sesuatu untuk menghindarinya,
katanya.
Menurut pakar paling terpercaya dibidang
hadis ini, solusi ini memang datang langsung
dari nabi. DI jaman Islam dulu, wanita-wanita
Muslim juga mengalami hal yang sama dan
nabi segera mengatasinya.
Ini semuanya bermula ketika Muhammad
berniat menikahi Zainab, istri anak angkatnya,
Zaid (atas anjuran Allah, tentunya).
Abu Huthayfa dan istrinya, Sahla, memiliki
seorang putera angkat (budak yang
dibebaskan) bernama Salim. Sahla dapat
berada di suatu ruangan dengan Salim, tanpa
mengenakan jilbabnya. Ketika Muhammad
melarang Muslim untuk mengadopsi anak,
adopsi Salim otomatis batal sehingga ia kini
menjadi orang asing yang berlainan muhrim
dan tidak lagi bisa berada di sebuah ruangan
tersendiri dengan Sahla.
Sahla mengeluh kepada Muhamad yang
memberinya solusi genius !
NABI menyuruhnya MENYUSUI Salim (LIHAT
SAJA ARTIKEL ASLINYA dan cek hadis
dibawah ini!)
Dengan begitu, Salim diijinkan untuk tinggal
dirumahnya sebagai seorang putera. Namun
Sahla protes: “Tetapi Salim lelaki dewasa dan
berjenggot !”
Muhammad senyum kepadanya dan
mengatakan, “Saya tahu itu.”
Aisha, juga sangat bahagia dengan keputusan
ini karena ia pun memiliki kesulitan
mengijinkan lelaki ke dalam rumahnya untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Apalagi setelah kematian Muhammad, Aisya
semakin memerlukan flexibilitas dalam
bertemu dan berbicara dengan lelaki-lelaki
tidak semuhrim menurut Islam. Aisha JUGA
SANGAT MENDUKUNG PRAKTEK PENYUSUAN
LELAKI DEWASA !! Ia mendorong puteri-puteri
adik-adiknya dan puteri-puteri saudara-
saudaranya untuk menyusui lelaki yang
diinginkan Aisya agar memasuki rumahnya.
(Aisha adalah istri kedua Muhammad yang
dinikahi setelah kematian istri pertamanya,
Khadijah)
Muslim-muslim sejati memang setuju 100%
dengan fatwa ini; wong, ini merupakan wanti-
wanti sang boss sendiri dan sudah ada
presedennya! Masalah apakah ini bisa diterima
secara moral, tentu tidak pernah digubris.
Pokoknya apa kata Allah/Muhamad, itu pasti
benar dan tidak patut dipertanyakan. TITIK.
Ada muslim-muslim yang ingin memperhalus
dampak fatwa ini pada komunitas Muslim
yang SHOCK. Ada yang mengungkapkan
keberatan tentang cara fatwa itu disampaikan
kepada masyarakat, sementara ada yang
mencoba menjelaskan bahwa ‘menyusui’ tidak
selalu berarti ‘kontak antara lelaki dan wanita.’
Ini bisa berarti bahwa seorang wanita bisa
memasukkan susu dari teteknya ke sebuah
gelas dan memberikannya kepada kolega
lelakinya !
Kelompok muslim macam ini mencoba
mereformasi Islam sesuai dengan cara
mereka sendiri-sendiri dan lupa bahwa
wanita tidak selalu memproduksi susu.
Mayoritas muslim marah, malu dan menolak
fatwa ini. Mereka mengatakan bahwa
Muhammad tidak mungkin mengijinkan hal ini.
Muslim-muslim yang shock berat itu itu jelas
belum pernah mendengarkan cerita diatas
tersebut. Saya pun, ketika masih mukminin
dulu hanya mendengarnya setelah saya
dewasa. Bahkan ketika itu saya yakin betul
bahwa hadis itu pastilah lemah isnadnya, tentu
tanpa mengeceknya (takut menemukan
kepalsuan Islam).
Namun ternyata hadis itu memang SAHIH dan
dilaporkan berkali-kali dalam hadis-hadis Sahih
Muslim, Sunan Abu Dawud dan Ibn Majah.
Malah hadis itu telah diselidiki sejumlah pakar
paling terhormat seperti Ibn Taymiyya, Ibn
Hazm & Al Albani. Menolak hadis dengan
kekuatan seperti itu sama saja dengan
menolak puasa dan sholat.
Masyarakat Islam dengan sengaja dan
konsisten menyembunyikan wajah burik
Islam. Mayoritas Muslim sama sekali tidak tahu
tentang luar biasanya pelanggaran-
pelanggaran Muhamad atas tradisi dan
moralitas Arab. Tanpa malu-malu, Muhamad
bahkan melanggar aturan Islamnya sendiri
demi tercapainya agendanya.
Setelah hebohnya kasus ini sampai membuat
banyak orang marah, Al-Azhar mencoba
menjelaskan posisi mereka dan Dr. Attya
dipaksa mencabut fatwanya. Dalam
pernyataannya, ia mengatakan, IA HANYA
MENURUTI PENDAPAT OLEH PAKAR-PAKAR
ISLAM PALING TERHORMAT. Tetapi setelah
konsultasi panjang lebar dengan pakar-pakar
Muslim, ia kini percaya bahwa ijin untuk
menyusui lelaki dewasa adalah sebuah
pengecualian yang hanya diberikan kepada
istri Abu Huthayfa untuk mengatasi sebuah
problem yang tidak lazim, tetapi ini tidak
berlaku bagi Muslim lain. Pernyataannya tentu
tidak menyebutkan apa yang begitu ‘tidak
lazim’ tentang kasus Abu Huthayfa ini dan
mengapa AISHA sendiri yang mendukungnya.
Pembelokan fatwa macam ini membuat lega
masyarakat Muslim dan media Arab karena
menurut mereka, fatwa itu tidak cocok dengan
moralitas tinggi dan logika yang mereka yakin
dimiliki Islam. Sungguh konyol bahwa Muslim
kesulitan menerima kebenaran cerita ini, tetapi
dengan mudah menelan cerita bahwa
Muhamad ber-MIRAJ naik BURAQ ke surga.
Pemikiran Islam memang sungguh aneh !!
Referensi Hadis:
http://www.alarabiy a.net/articles/ 2007/05/16/
34518.html
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp …
7&Rec=1798
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp …
1&Rec=3379
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp …
1&Rec=3378
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp …
1&Rec=3381
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp …
1&Rec=3382
(www.news.faithfreedom.org/index. …
e&sid=1309)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s