Prestasi surga muhammad

berfirman dalam sebuah hadits
Qudsi, Aku telah menyediakan untuk
hamba-hambaKu yang beriman dan
beramal saleh, kesenangan-kesenangan
yang tak pernah terlihat mata dan tak
pernah didengar telinga serta tak pernah
terlintas dalam hati manusia (Ibnu Jarir
Allah
dari Anas ra). Namun hadits ini adalah
jiplakan Muhammad dari Injil (Kitab 1
Korintus 2:9), yang membuktikan bahwa
ia sering dengar-dengaran apa yang di
ucapkan oleh orang-orang Nasrani.
Tetapi lagi-lagi Muhammad yang
mengambil keuntungan paling besar di
surga. Karena Muhammad mengklaim:
“Aku adalah orang pertama yang
mengetuk pintu-pintu surga.” (Ibn Katsir,
an-Nihayah, II, p 213). Disamping itu
sebagai orang pertama yang masuk
surga, Muhammad juga mengharapkan
posisi tertinggi di surga, nabi berkata:
“Wasilah adalah tempat tertinggi di
surga yang dapat dicapai hanya oleh
satu orang, dan aku harap akulah orang
yang satu itu.” (HR Muslim, diriwayatkan
Abd Allah ibn Amir ibn al-Ash).
Terutama para sahid/martir yang akan
menikmati surga.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW
pernah menggambarkan tingkatan-
tingkatan surga:
Surga itu ada seratus tingkat, jarak
setiap tingkat sama dengan jarak antara
langit dan bumi. Surga firdaus berada
pada tingkat yang tinggi sekali. Dari sini
terpancarnya empat buah sungai dalam
surga. Dan diatasnya terletak Arsy
Tuhan. (HR Bukhari).
Sedangkan tentang Arsy, dalam kitab
Durratun Nasihin III diterangkan bahwa
Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih dan Abu
Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata:
Rasulullah saw bersabda:
Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak
tujuh bila dibandingkan dengan Kursy
laksana gelang kecil yang terletak di
padang belantara dan keutamaan Arsy
bila dibandingkan dengan Kursy seperti
padang belantara dengan gelang kecil.
Orang-orang beriman setelah melewati
jembatan as-Sirath, sesampainya di
pintu Surga disambut bidadari-bidadari
dengan tari-tarian dan nyanyian surga
yang memuji kebesaran Allah Azza Wa
Jalla.
Para bidadari masing-masing memeluk
suaminya.
Menurut hadits dari Ali bin Abi Thalib,
bahwa Rasulullah saw bersabda:
Ketika itu Hurul Aini berdendang
bersama-sama yang bunyinya:
Kamilah perempuan abadi, tidak pernah
binasa.
Kamilah perempuan riang, tidak pernah
susah.
Kamilah perempuan yang rela, tidak
pernah marah.
Merasa senanglah orang yang memiliki
kami.
Kami ini dialah yang punya.
(Hadits dari Ali ra dikeluarkan oleh
Tirmidzi).
Hadits dari Said al Khudry ra
mengatakan bahwa Rasulullah saw
bersabda:
Perempuan-perempuan surga (bidadari)
itu betisnya kelihatan dibalik tujuh puluh
lapis pakaian sutera yang dikenakannya.
Malah kelihatan sampai kesumsum
tulang betisnya.
Demikianlah Allah berfirman dalam Al
Qur’an, bidadari itu seolah-olah batu
permata yakut dan intan berlian yang
berkilau-kilau. (HR.Tirmidzi).
Begitu hebatnya kemilau yang
dipancarkan bidadari, sampai disebutkan
dalam hadits dari Abu Huraira ra, ia
berkata bahwa Nabi saw bersabda:
Kalau sekiranya perempuan surga
(bidadari) itu berada di dunia, maka
akan terang benderanglah dunia ini
karena sinar wajahnya. Dan perhiasan
yang berada dikepalanya lebih bagus
dari segala sesuatu yang terdapat
didalam dunia. (HR Bukhari).
Para lelaki penghuni surga mempunyai
banyak kesibukan, yang paling mereka
gemari adalah menyetubuhi para
bidadari, hadits dari Abi Said al-Khudry
ra, ia berkata, Nabi saw pernah
bersabda bahwa bidadari didalam surga
setiap kali selesai disetubuhi oleh
suaminya maka kembali perawan
seperti semula. (Al-Hadits).
Bagaimana ahli surga laki-laki itu tidak
sangat sibuk, ia memecahi selaput-
selaput dara para bidadari yang tidak
sedikit jumlahnya dalam sehari.
Sedangkan menyetubuhi seorang gadis
yang masih perawan ketika didunia
memerlukan waktu puluhan menit.
Hadits dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
Pernah ada seseorang bertanya kepada
Nabi saw: Ya Rasulullah, berapakah
kekuatan laki-laki dalam menyetubuhi
isteri-isterinya didalam surga? Nabi saw
menjawab: Seratus kali dalam sehari.
(HR Tirmidzi).
Persetubuhan di surga tidak
mengeluarkan air mani. Kenikmatan
yang luar biasa dari persetubuhan itu
berlangsung beberapa windu yakni 80
tahun, walau begitu mereka tidak
merasa letih dan lesu, seperti firman
Allah: didalam surga kami tidak merasa
lelah dan tiada pula merasa letih. (QS
Faathir 35).
Tentang reproduksi anak-anak disurga
akan terjadi “wonder boy”.
Nabi bersabda: “Jika seorang mukmin
penduduk surga menginginkan seorang
anak, anak tersebut langsung sekaligus
dikandung, dilahirkan, menjadi besar
serta merta menurut umur yang
diinginkannya.” (Shahih al-Jammi, VI, p
5, hadis no.652).
Tentang rumah di surga, dari Abu Musa
ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya setiap orang mukmin di
surga mempunyai sebuah kemah dari
intan yang berlubang dalam, salah satu
yang diriwayatkan panjangnya 60 mil.
Di setiap ruang terdapat beberapa isteri
yang tidak saling melihat kepada yang
lain dan mereka dikunjungi suaminya.
Ia juga mempunyai dua taman dari
perak yang dilengkapi dengan tempat
barang-barang dari apa saja.
Ia juga memiliki dua taman dari emas
dengan segala sesuatu yang ada disana.
Tidak ada tabu antara mereka dan
antara melihat Tuhan mereka kecuali
pakaian kebesaranNya tersedia di surga.
(Muttafaqun Alaih).
Sedangkan pelayanan dalam penyajian
makanan ribuan kali lebih cepat dari fast
food dibagian dunia manapun, yaitu
secepat pikiran yang menginginkannya.
Dalam hadits disebutkan:
Sesungguhnya engkau akan melihat
pada seekor burung didalam surga,
sedang engkau menginginkan
dagingnya, maka jatuhlah
kehadapanmu dalam keadaan telah
masak. (HR Bazzar dengan Samad Dhaif
yang berasal dari riwayat Ibnu Mas’ud,
dari konsep sesudah mati Imam Ghazali
oleh Hussein Bahreisy, hal 124).
Bila penduduk surga ingin bepergian,
Allah pun telah menyiapkan untuk
mereka kendaraan-kendaraan khusus,
seperti yang disebutkan dalam hadits:
Ada seseorang bertanya kepada Nabi
saw: “Adakah kuda dalam surga?”
Jawab Nabi saw: “Jika engkau
dimasukkan Allah kedalam surga maka
engkau akan menunggangi kuda dari
Yakut merah. Engkau akan
menungganginya kemana saja engkau
suka.” (HR Tirmidzi).
Sedangkan tentang cuaca di surga
disebutkan:
Hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata:
Ada seseorang bertanya: “Ya Rasulullah,
apakah di surga itu ada siang dan
malam?”
Jawab Nabi saw: “Tidak. Yang ada
disana hanya sinar dan cahaya.” (HR
Hakim dan Tirmidzi).
Keterangan dari Mu’awiyah kakek Bahaz
bin Hakim ra bah-wasanya Rasulullah
saw bersabda:
Sesungguhnya di surga itu terdapat
lautan madu, lautan arak, lautan susu
dan lautan air lalu terbukalah (mengalir)
sungai-sungai. (HR Tirmidzi).
Pernah Rasulullah saw ditanya tentang
Kautzar seperti disebutkan oleh Anas ra
ketika ia berkata: Rasulullah saw
ditanya: “Apakah Kautsar itu?” Beliau
menjawab: “Kautsar adalah sungai
pemberian Allah yaitu disurga. Airnya
lebih putih daripada susu dan lebih
manis daripada madu. Disitu ada burung
yang lehernya seperti leher kambing.”
Umar berkata: “Ini benar-benar nikmat.”
Rasulullah bersabda: “Memakannya lebih
nikmat dan lebih lezat dari
padanya.” (HR Tirmidzi)
Al Qur’an menjanjikan suatu surga
penuh anggur dan seks bebas. (Surat
2:25; 4:57; 11:23; 47:15). Pesta dan
percabulan yang merupakan dosa selagi
di dunia, berakhir dengan dibenarkannya
di surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s