NERAKA, DILEMA MUSLIM MENGHADAPI KEMATIAN QS 19:71

Adapun
orang-orang yang berat timbangan (perbuatan
kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang
memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan
timbangan (kebaikan)-nya, maka kembalinya adalah
neraka Hawiyah. (Qs 101:6-9)
Namun dimanapun, tidak tertulis dalam Al Qur’an tentang
keselamatan yang pasti bagi Muslim. Sebaliknya yang
jelas dan sudah pasti adalah bahwa semua orang
ditetapkan dan dipastikan masuk neraka.
“Wa im minkum illa waariduhaa kaana’alaa Rabbika
hatman maqdhiyyaa” …
“Dan tidak ada seorangpun dari padamu,
melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi
Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah
ditetapkan.” (Qs 19:71).
71 Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan
mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah
suatu kemestian yang sudah ditetapkan.(QS.
19:71) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir /
Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 71
71) )
Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada
manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua
orang akan dibawa ke tempat dimana neraka berada.
Mereka di dekatkan ke neraka itu dan berdiri di
sekelilingnya. Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang
tidak dapat dirubah lagi dan harus terlaksana. As Suddy
meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa manusia
seluruhnya di bawa ke “Siraat” (titian). Kemudian mereka
menyeberangi Sirat itu dengan membawa amal
perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang
melaluinya secepat kilat, ada secepat angin, secepat
burung melayang, secepat kuda berlari, secepat unta dan
ada pula yang secepat lari manusia. Diriwayatkan bahwa
Rasulullah bersabda; Semua manusia akan mendatangi
neraka kemudian mereka akan kembali membawa amal
perbuatan mereka.
72 Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang
yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang
zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.(QS.
19:72) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir /
Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 72
72))
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia di kala itu
melepaskan orang-orang yang bertakwa dari siksaan
neraka dan membiarkan orang-orng kafir jatuh ke
dalamnya dalam keadaan berlutut. Allah menerangkan
bahwa yang dilepaskan dari siksaan neraka itu ialah
orang-orang yang bertakwa bukan orang-orang yang
beriman saja, karena orang-orang yang beriman saja
belum tentu termasuk orang-orang yang bertakwa
karena banyak di antara orang-orang yang beriman
melanggar perintah-perintah Allah dan mengerjakan
larangannya. Apabila dosanya lebih banyak dari amal
kebaikannya maka ia akan disiksa lebih dahulu dalam
neraka sesuai dengan dosa yang diperbuatnya kemudian
barulah dikeluarkan dari neraka setelah menerima
siksaan yang sepadan dengan dosanya, lalu dimasukkan
ke surga. Adapun orang-orang yang amal kebaikannya
lebih banyak dari dosanya, maka dia dimasukkan ke
dalam surga setelah dosa-dosanya itu diampuni oleh
Allah dengan rahmat dan kasih sayangnya. Hal yang
demikian tersebut dalam firman Allah.
ﻓﺄﻣﺎ ﻣﻦ ﺛﻘﻠﺖ ﻣﻮﺍﺯﻳﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﻋﻴﺸﺔ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺧﻔﺖ
ﻣﻮﺍﺯﻳﻨﻪ ﻓﺄﻣﻪ ﻫﺎﻭﻳﺔ ﻭﻣﺎ ﺃﺩﺭﺍﻙ ﻣﺎ ﻫﻴﻪ ﻧﺎﺭ ﺣﺎﻣﻴﺔ
Artinya:
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan
(kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang
memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan
timbangan (kebaikan)nya maka tempat kembalinya ialah
neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka
Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Q.S. Al
Qari’ah: 6-11)
Dari Anas ra diriwayatkan seorang laki-laki bertanya
kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah! Dimana tempat
bapakku?”
Jawab nabi saw: “Di neraka!” Ketika orang itu berlalu,
nabi saw memanggilnya kembali seraya bersabda:
“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka.”
(HSM 162).
Orang-orang Muslim berdoa lima kali dalam sehari
tujuhbelas rakaat dalam ketidak pastian. Mereka berdoa
memohon ditunjuki jalan yang lurus. “Ihdinash shiraathal
mustaqiim.” (Qs 1:6). Mereka juga mendoakan
Muhammad dan keluarga Muhammad agar insya Allah
diselamatkan.
Orang-orang tetap tekun taat kepada ajaran Islam
karena masih berharapan, nanti dari neraka –entah
berapa lama– akan dipindahkan ke sorga. (Qs 19:72)
Menurut ajaran Islam keselamatan bisa diharapkan
melalui beramal sebanyak-banyaknya, walaupun harus
mengalami masuk neraka dahulu baru nanti dipindahkan
ke sorga. Namun itupun hanya harapan, insya Allah atau
mudah-mudahan, tetapi masuk nerakanya sudah pasti.
Oleh karena itulah Muhammad menasehati Fatimah anak
kesayangannya: “Fatimah beramallah sebanyak-
banyaknya, sebab aku tidak dapat menyelamatkan
kamu.” (HSM hal.116). Tetapi dengan beramal sekalipun,
Allah berwenang menyiksa siapapun yang Ia inginkan
untuk masuk kedalam neraka: “Dia akan memberikan
rahmat kepadamu jika Dia menghendaki. Dan Dia akan
mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah
mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka” (Qs
17:54).
Kalau ada 73 orang, hanya satu saja akan dicalonkan
selamat, atau menurut versi lain, Adam disuruh Allah
untuk memisahkan para penduduk neraka diantara
keturunannya. Adam lalu bertanya: “Oh Tuhanku, berapa
jumlahnya yang harus saya pisahkan?”. Allah berkata,
“Pisahkan 99 dari setiap 100 orang.” (Shahih Bukhari, Fath
al-Bari, XI, hlm.378). Apakah yang satu orang ini pasti
selamat masuk sorga? Insya Allah, mudah-mudahan
diberi tempat di sisi Allah.
Bahkan Muhammad sendiri tidak tahu apakah dia bisa
selamat, beliau memberi jawaban yang terus terang:
“Maadrii maa yufalubir wa labikum.”
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku dan
dirimu.”
(Qs 46:9).
Oleh karenanya setiap orang Islam harus mendoakan
beliau dengan doa yang dikenal sebagai doa shalawat
nabi, makin banyak diucapkan, makin berpahala dan
makin banyak berkat yang Allah akan tunaikan
kepadanya.
“Allahuma shalli ‘ala sayidinaa Muhammad, wa ala
sayidinaa Muhammad.” Yang artinya:
“Ya Allah selamatkanlah junjungan kami Muhammad
dan keluarga junjungan kami Muhammad.”
Sejelas begitu ketidak-pastian Muhammad dan Muslim
untuk masuk surga, namun dirancukan oleh Muhammad
dengan bersabda sekenanya:
“Siapa yang menjamin kepadaku apa yang diantara dua
kakinya (kelamin) dan apa yang antara dua rahangnya
(lidahnya) niscaya aku menjamin surga
kepadanya.” (HSB no.1816).
Muhammad lebih jauh memastikan bahwa: “Setiap
umatnya yang mati sedangkan dia tidak
mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang
itu masuk surga, sekalipun ia berzina dan mencuri.” (HSB
647).
Walaupun Muhammad sendiri tidak tahu akan masuk ke
neraka atau ke surga tetapi beliau berani menjamin
seseorang dapat masuk ke surga. Ini suatu kefatalan
ajaran Islam yang terlalu serius!

One response to “NERAKA, DILEMA MUSLIM MENGHADAPI KEMATIAN QS 19:71

  1. “smua orang akan menemui neraka,tdak smua mrasakan siksanya,ada yg hnya d perlihatkan saja,.,.alloh berhak menciptakan alam ini atau tdak,Dia juga brhak mnciptakan manusia atau tdak,mnyiksa manusia atau tdak,hnya ridhonya yg di cari,jika alloh ingin menyiksa manusia Dia tdak akan memberi petunjuk,jika Dia ingin merahmati manusia Dia akan memberi amal sholeh,.jadi yg dapat dilakukan manusia hanya sabar dan syukur,..semua sudah keputusan alloh,apa susahnya alloh jika langsung memasukkan manusia smua ke syurga atau ke neraka,…namun alloh memiliki sifat2 yg mulia yg tdak sama dngan makhluknya,dan Dia memliki rahasia d stiap kejadian/peristiwa….maka jngan terlalu bnyak bertanya jika ada peristiwa2 dan kjadian apa saja,smua adalah kehendakNYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s