Skandal sex sang nabi muhammad

SKANDAL-SKANDAL SEKSUAL SANG NABI
Oleh: Ibnu Warraq – “Why I AM NOT A MOSLEM?”
Tentang Penulis:
Ibnu Warraq adalah seorang berkebangsaan Pakistan
yang murtad dari Islam. Karena buku-bukunya
menyebabkan sangat banyak orang Muslim menjadi
murtad, Islam radikal berusaha membunuhnya sehingga
ia harus tinggal berpindah-pindah di beberapa negara
Eropa khususnya Canada)
Zainab Affair (Skandal Sang Nabi Dengan Menantu)
Satu hari sang nabi mengunjungi anak angkatnya Zaid.
Zaid adalah salah seorang mualaf awal – mualaf ketiga
tepatnya – dan dia sangat setia pada ayah angkatnya ini,
hingga Muhammad sangat memperhatikan Zaid dan
menilainya lebih tinggi dari yang lain. Zaid sudah
menikah dengan Zaynab bint Jahsh, keponakan sang
Nabi sendiri. Dan tambahan lagi – ini sangat penting
dalam kisah ini – Zainab sangatlah cantik mempesona.
Hari itu, Zaid sedang tidak ada di rumah, tapi Zainab
yang sedang memakai pakaian sembarangan (sexy) dan
menampakkan keindahan tubuhnya membukakan pintu
bagi sang nabi, dan memintanya masuk. Ketika Zainab
membereskan pakaiannya, Muhammad tersentak oleh
kecantikan dan keindahan tubuhnya “Auwloh yang
mulia! Auwloh di surga! Betapa kau membalikkan hati
para lelaki!” teriak sang Nabi. Dia menolak untuk masuk
dan malah pergi sambil kebingungan. Tapi, Zainab telah
mendengar perkataannya dan lalu menceritakannya
pada Zaid ketika dia pulang. Zaid langsung pergi
menemui sang Nabi dan dengan patuh menawarkan
untuk menceraikan istrinya demi sang nabi. Muhammad
menolak, sambil menambahkan “Pertahankan istrimu
dan takutlah pada Auwloh.” Zainab sekarang seperti
terpengaruh dengan ide menikahi sang nabi, dan Zaid,
melihat bahwa Muhammad masih birahi (horny) pada
istrinya, menceraikan juga Zainab. Tapi rasa takut pada
opini masyarakat membuat Muhammad ragu: lagipula,
anak angkat saat itu dianggap sama dengan anak
kandung; jadi, pernikahan demikian akan berarti incest
bagi orang Arab saat itu. Seperti biasa, sebuah wahyu
turun baginya tepat waktu, mengijinkannya untuk
“membuang segala keberatannya bersama dengan
angin.” Ketika Muhammad duduk disamping istrinya
Aisha, mendadak dia terpelanting kerasukan. Ketika
sadar dia bilang, “Siapa yang mau pergi dan memberi
selamat pada Zainab dan bilang bahwa Auwloh telah
menyatukan dia denganku dalam perkawinan?” Dengan
itu kita mendapatkan surah 33.4-5, 33.36-40:
Auwloh sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua
buah hati dalam rongganya; …… Dia tidak menjadikan
anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri).
….. Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan
(memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih
adil pada sisi Auwloh, Dan tidaklah patut bagi laki-laki
yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Auwloh dan Rasul-Nya telah
menetapkan suatu ketetapan….. Dan (ingatlah), ketika
kamu berkata kepada orang yang Auwloh telah
melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah
memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan
bertakwalah kepada Auwloh”, sedang kamu
menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Auwloh
akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia,
sedang Auwloh-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.
Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap
istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan
dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin
untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka,
apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan
keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan
Auwloh itu pasti terjadi…. Muhammad itu sekali-kali
bukanlah bapak dari seorang laki- laki di antara kamu,
tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi- nabi.
Reaksi yang seketika dan paling alami mengenai
kejadian ini pastilah datang dari istri muda Muhammad
itu sendiri, Aisha, yang mengatakan keheranannya akan
keanehan kejadian ini, “Sungguh, Auwlohmu
kelihatannya sangat gesit untuk memenuhi segala
keinginanmu.”
Bagaimana para apologis Islam membela hal yang
mustahil dibela ini? Watt dan yang lainnya mencoba
berkata bahwa perkawinan ini dilakukan untuk alasan
politis; tidak ada yang tidak patut secara seksual
mengenai tingkah laku Muhammad ini. Mereka
menunjuk pada fakta bahwa Zainab waktu itu sudah
berumur 35 tahun dan dengan demikian tidaklah
mungkin sedemikian membangkitkan birahi. Tapi ini
omong kosong belaka. Sumber-sumber Muslim sendiri
menuliskannya secara seksual: Kecantikan Zainab,
keadaan pakaiannya yang berantakan, keindahan
tubuhnya yang tersingkap karena angin meniup
pakaiannya, komentar Muhammad dan kebingungannya
ketika pergi. Sudah jelas pula dari reaksi pengikut
Muhammad yang terdiam mendengar wahyu ini, tapi
yang membuat kaget mereka bukanlah birahi sang
Muhammad. “Yang membuat mereka kaget dan merasa
aneh adalah aturan itu (yang ada dalam wahyu tersebut)
begitu penuh perhitungan sehingga selain memuaskan
keinginan dan birahi si Muhammad tapi juga sekaligus
menutup peluang akan konflik tabu dan sosial.” Lanjut
Rodinson.
Pemikiran dari apologis Muslim paling terpelajar
Muhammad Hamidullah mengenai seruan Muhammad
ketika melihat kecantikan Zainab adalah: melulu
menimbulkan keheranannya, Zaid pastilah tidak bisa
mengurus perempuan secantik ini sambil menjalankan
tugas- tugasnya, ini tidak masuk akal karena menjadi
bertentangan dengan arti sebenarnya seruan tersebut.
Bahkan ayat-ayat Quran sekalipun, meski singkat
menyatakan bahwa sang nabi juga sebenarnya ingin
melakukan apa yang wahyu itu tidak perintahkan untuk
dilakukan sampai saatnya tiba, dan bahwa rasa takut
pada opini masyarakat sajalah yang mencegah dia untuk
melakukannya. Teori dari Hamidullah hanya
menunjukkan sekali lagi kepelikan yang berlebihan yang
bisa muncul dari hasrat untuk membuktikan teori-teori
yang sebenarnya telah dinyatakan dengan jelas dalam
dogma itu sendiri.[23]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s