perang-salib

Permainan Muslim:
Orang-orang Muslim sangat suka membicarakan
mengenai Perang Salib, dan orang Kristen suka meminta
maaf pada mereka atas peristiwa itu. Ketika mendengar
kedua pihak menyampaikan kisahnya, orang akan
dengan mudah percaya bahwa pada waktu orang-orang
Muslim tinggal di tanahnya dengan damai, kemudian
tentara-tentara Kristen memutuskan untuk
melaksanakan perang suci dan “membunuh jutaan orang
Muslim.”
Kebenaran:
Setiap bagian dari mitos ini adalah sebuah dusta. Dengan
aturan yang diklaim oleh orang Muslim sendiri untuk diri
mereka, Perang Salib adalah hal yang sepenuhnya bisa
dibenarkan, jika kita melihat peristiwa sebelum
terjadinya Perang Salib, dimana populasi-populasi Kristen
telah ditaklukkan oleh orang-orang Muslim. Di sini ada
beberapa fakta:
Perang salib pertama dimulai tahun 1095 M, yaitu 460
tahun setelah kota Kristen pertama jatuh ke tangan
tentara Muslim, atau 457 tahun setelah Yerusalem
ditaklukkan oleh tentara Muslim, 453 tahun setelah Mesir
direbut oleh tentara Muslim, 443 tahun setelah untuk
pertama kali Muslim menjarah Italia, 427 tahun setelah
untuk pertama kali tentara Muslim mengepung ibukota
Kristen, yaitu Konstantinopel, 380 tahun setelah Spanyol
untuk pertama kali ditaklukkan oleh tentara-tentara
Muslim, 363 tahun setelah Perancis untuk pertama kali
diserang oleh tentara-tentara Muslim, 249 tahun setelah
ibukota dunia Kristen, Roma sendiri dijarah oleh tentara
Muslim. Jadi Perang Salib yang diluncurkan oleh Pasukan
Salib, terjadi setelah selama berabad-abad gereja-gereja
dibakar, orang-orang Kristen dibunuh, diperbudak dan
dipaksa masuk Islam oleh tentara-tentara Muslim yang
datang secara terus-menerus ke daerah-daerah Kristen.
Pada situasi dan kondisi yang seperti itulah untuk
pertama kalinya Perang Salib dimulai, yaitu setelah
tentara-tentara Muslim telah menaklukkan dua pertiga
dari dunia Kristen.
Eropa telah dilecehkan oleh orang-orang Muslim
beberapa tahun pertama sejak kematian Muhammad.
Tahun 652, para pengikut Muhammad melancarkan
penyerbuan ke pulau Sisilia, dan kemudian menjajah
wilayah itu selama 200 tahun yang diikuti dengan
pembantaian massal, seperti yang terjadi di kota
Castrogiovanni, dimana ada 8000 orang Kristen yang
dibantai oleh tentara Muslim. Tahun 1084, sepuluh tahun
sebelum Perang Salib pertama diluncurkan, orang-orang
Muslim kembali menyerbu Sisilia dan menghancurkan
gereja-gereja yang ada di Reggio, menjadikan para
rohaniwan sebagai budak dan memperkosa suster-suster
yang ada dalam sebuah biara sebelum menjadikan
mereka budak.
Tahun 1095, Kaisar Bizantium, Alexius I Comneus, mulai
mengajukan permohonan kepada Paus di Roma untuk
memberikan bantuan guna mengusir tentara-tentara
Muslim yang pada saat itu telah menguasai wilayah
yang saat ini kita kenal sebagai Turki, menjarah harta
benda yang mereka temui saat mereka datang dan
menjadikan gereja-gereja sebagai masjid. Beberapa
ratus ribu orang Kristen telah terbunuh di Anatolia saja,
dalam beberapa dekade setelah pada tahun 1050 para
penjajah Seljuk tertarik untuk mengislamkan orang-
orang Kristen yang selamat dari penyerbuan mereka.
Tidak hanya orang-orang Kristen kehilangan nyawa
mereka di tanah mereka sendiri karena penyerangan
yang dilakukan Muslim, tetapi ziarah ke Tanah Suci
(Israel) dan bagian-bagian Eropa lainnya pun mengalami
banyak sekali pelecehan, penculikan, terkadang
pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh orang-
orang Muslim yang berusaha untuk meng-islamkan
orang-orang Kristen yang mereka temui. Bandingkanlah
hal ini dengan pembelaan Muslim, saat mereka
melakukan pembunuhan-pembunuhan, dengan alasan
karena orang-orang Muslim tidak diberikan akses untuk
melaksanakan haji ke Mekkah, pada masa Muhammad.
Pasukan Salib hanya menginvasi negeri-negeri yang
sebelumnya adalah milik Kristen. Mereka tidak
menyerang Saudi Arabia (ini hanya merupakan ekspedisi
setengah hati dengan jumlah tentara yang terbatas),
atau menyerbu Mekkah sebagaimana yang dilakukan
oleh orang-orang Muslim (dan yang terus menerus
mereka lakukan) saat mereka menyerang Italia dan
Konstantinopel. Goal utama mereka adalah untuk
merebut kembali Yerusalem dan memastikan keamanan
para peziarah Kristen saat mereka berziarah ke Tanah
Suci. Menjatuhkan kekaisaran Muslim bukanlah agenda
mereka.
Periode “penaklukan” Pasukan Salib (di bekas tanah
mereka sendiri), berlangsung selama 170 tahun, dan ini
jauh lebih singkat dibandingkan pendudukan Muslim atas
Sisilia dan bagian selatan Italia saja. Juga tidak ada apa-
apanya dibandingkan dengan pendudukan atas Spanyol
dan wilayah-wilayah lainnya yang sebelumnya bukanlah
daerah Islam, sebelum kemudian menjadi korban Jihad.
Kenyataannya, pendudukan Arab atas Afrika Utara dan
wilayah-wilayah Timur Tengah yang ada di luar Arabia,
telah berlangsung selama hampir 1400 tahun.
Walaupun berkembang pandangan yang populer, Perang
Salib sendiri bukanlah sebuah pertempuran maha
d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s