Lambang Bulan Sabit dan Bintang dalam Tradisi

Apa anda tau kisah/cerita babel ??

Kali ini si Babel benar-benar muncul dalam bentuk
Dewa Bulan yang bernama Sin. Diperkirakan Raja
Babilon yang pertama kali menyembah Dewa Bulan
adalah Nabonidus (555-539 BC). Dia mendirikan kuil
Dewa Bulan di Harran. Kalian tentunya pernah lihat.

Sejarah mengatakan bahwa Nabonidus
pernah tinggal di oasis subur di Temâ, Arabia selama
tujuh tahun. Tentunya saat itu pula dia menyebarkan
kepercayaan menyembah Dewa Bulan di daerah
Arabia. Taurat dan Tanakh beberapa kali menyebut
anak2 perempuan Babilon. Yang dimaksud dengan
anak2 perempuan Babilon itu adalah pecahan dari
kepercayaan masyarakat Babilon.Patung pria itu
adalah Raja Babilon Nabonidus. Lihat lambang di
sebelah kanannya yang adalah lambang Bulan Sabit
dan Bintang.

Jadi penyembahan terhadap Dewa Bulan
di Timur Tengah sudah berlangsung lama sekali
sebelum jaman Islam. Konsep dan nama Dewanya
bisa bermacam-macam, tapi yang disembah tetap
sama yaitu Bulan di langit. Misalnya, dewa bulan di
Simeria dan Babilon dikenal dengan nama Sin atau
Nana.

Nama dewa Bulan di Pantheon Minea adalah
Wadd. Nama dewa Bulan bagi masyarakat Sabean
adalah Almaqah. Nama2 lain dari Allah adalah Ilu bagi
orang2 Babylon dan Assyria, El bagi orang Kanaan,
dan [[Ilah]] bagi orang Arab tengah. Masyarakat
Nabasia juga menyembah Allah, dan juga dua dewa
lain yang lebih rendah derajatnya yakni [[ar-Rahman]]
dan [[ar-Rahim]]. Baik ar-Rahman maupun ar-Rahim
dipuja bersama sebagai lambang kehormatan dan
kemuliaan.

Herannya Qur’an juga menyebut kedua
nama dewa Pagan ini, meskipun menganggap kedua
nama ini milik Allah.

Surat pertama Qur’an (Surat
Fatihah) menyebutkan kedua nama itu. Juga Surat 19
(Sura Maryam) didominasi oleh nama-nama kedua
dewa tersebut.Dewa Bulan atau Allah Ta’alaDi jaman
pra-Islam, Dewa Bulan Hubal atau Allah Ta’ala adalah
dewa tertinggi bagi masyarakat pagan Quraish.

Allah
Ta’ala versi Quraish beristri dan beranak Allat, Uzza
dan Manat.

Muhammad tidak suka akan konsep ini,
karena dia dipengaruhi konsep satu tuhan dari
agama2 Yahudi, Kristen, Hanif, Zoroastria, dll.

Meskipun begitu, konsep satu tuhan yang dimengerti
Muhammad sangat berbeda dengan konsep satu
tuhan dalam agama Yudaisme dan Kristen.

Keterangan tentang ini telah ditulis panjang lebar oleh
Duladi.Jika Dewa Bulan Quraish beranak
beristri,
“simbol bulan” Bulan punya Muhammad
tidak beranak sebab tidak bisa/mau cari istri.

Ingatlah Q 6:101. Jika dulu Dewa Bulan versi Quraish
bertoleransi terhadap agama lain, Dewa Bulan versi
Muhammad sangat anti agama lain.

Rupanya si Hilal
tidak suka dengan pandangan toleransi masyarakat
Quraish terhadap agama lain, sehingga dia merasa
perlu mengutus nabinya untuk bikin konsep agama
Dewa Bulan baru yang lebih ganas, lebih memaksa,
lebih keras terhadap umatnya sendiri, apalagi
terhadap umat lain!!

Karena banyaknya nama2 Dewa
Bulan di Jazirah Arabia, Muhammad perlu menambah
gelar Dewa Bulan miliknya agar tidak tertukar dengan
Dewa2 Bulan yang lain: Allah Subhanahu wa ta’ala
(SWT).

bila anda mempunyai tanggapan atau sanggahan
silakan di tanggapi. Terimakasih.
:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s