The thrue quran


The thrue quran / injil berbahasa arab : bacaan sejati (sebenarnya) di tulis Dr Anis Shorrosh

Gaya puisi dan prosa, serta bahasa Arab klasik, yang
digunakan The True Furqan seolah serupa dengan Al-
Quran.

Bedanya, kitab ini sepenuhnya berisi ajaran
Bibel. “Selama ini, tak ada terjemahan Arab klasik
Bibel yang dipandang layak baca oleh kaum
Muslimin,” kata Al Mahdy.

Dalam pandangan Al
Mahdy, karena bahasa tulis klasiknya merupakan
salah satu bahasa tersulit di dunia, kualitas bahasa
adalah sumber kebanggaan orang Arab. “Mereka
memperolok Bibel yang diterjemahkan ke dalam
bahasa Arab percakapan, karena menilainya
berkualitas rendah,” kata Al Mahdy. Tak
mengherankan jika upaya membuat Bibel yang mirip
Al-Quran pun ia lakoni.

Al Mahdy adalah salah satu penulis The True Furqan.

Tapi, siapa sebenarnya sosok Al Mahdy ini?

Tak pernah ada yang tahu pasti. Cuma, beberapa
kalangan menduga kuat bahwa pengarang “The thrue quran” ini adalah Dr.Anis Shorrosh, seorang evangelis
Amerika.

Dugaan ini, pernah dikemukakan M.Syamsi Ali, pemuka Islam asal Indonesia yang kini tinggal di
Amerika Serikat.


Dr Anis Shorrosh

Anis Shorrosh
Dalam salah satu situs webnya, Anis Shorrosh
menempatkan The True Furqan dalam deretan buku-buku karyanya.

Selain itu, salah satu halaman
newsletter situs Trinity Broadcasting Network sempat
melaporkan keberhasilan Shorrosh menyusun Alkitab “The thrue quran” versi baru, yang menyertakan pesan-pesan
Gospel.

Anis Shorrosh adalah salah satu evangelis terkemuka
Amerika. Lahir di Nazareth, kota kelahiran Yesus, Anis
Shorrosh mengalir darah Palestina. Konon, ayahnya
meninggal ketika Nazareth jatuh ke tangan tentara
Israel.

Setelah Nazareth dikuasai Israel, Shorrosh pun
terpaksa mengungsi ke Yordania. Ia kemudian belajar
sosiologi di Mississippi College, sebelum belajar agama di New Orleans Baptist Theological Seminary.
Ia juga punya dua gelar doktor dari Luther Rice International
Seminary dan dari American Institute of Ministry di
Dayton, Tennessee.

Sejak 1959-1966, Anis Shorrosh telah menjadi evangelis di Timur Tengah.

Tiga tahun di antaranya
mengabdi pada Gereja Jerusalem Baptist. Dia juga
pernah bertugas di Judea dan Samaria.

Shorrosh pun
mengajar di sejumlah sekolah teologi dunia. Pada
1990-an, ia lebih banyak bertugas sebagai misionaris
di Afrika. Antara lain di Kenya, Capetown, Durban, dan
Johannesburg.

Setelah itu, pada 1995, Shorrosh
bertugas di Selandia Baru, sebelum kemudian pergi ke
Inggris dan Portugal.

Setelah itu, barulah dia terkenal
sebagai evangelis fanatik di Amerika.

Salah satu peristiwa yang mencuatkan nama Anis
Shorrosh adalah perdebatannya dengan Ahmed
Deedat, pendakwah Islam terkemuka asal Afrika
Selatan.


Ahmad deedat lawan debat Dr Anis Shorrosh

Deedat, peraih penghargaan Raja Faisal –
penghargaan yang disebut-sebut sebagai “Nobel versi
Islam”– adalah seorang kristolog, ahli ajaran Kristen,
yang kerap mengundang pendeta Kristen terkemuka
berdebat mengenai Injil.

Perdebatan Anis Shorrosh
dengan Ahmed Deedat pernah berlangsung dua kali
pada 1980-an.
Pertemuan pertama dengan topik
bahasan “Apakah Yesus Itu Tuhan?” dilakukan di
depan 5.000 hadirin di Albert Hall, London.

Pertemuan kedua, dengan hadirin tak kurang dari
12.000 orang, berlangsung di Birmingham, Inggris.
Temanya, “Al-Quran dan Bibel: Yang Mana Firman
Tuhan?”.

Latar belakangnya sebagai keturunan Arab
Palestina, boleh jadi, membuat Shorrosh punya
keyakinan ekstra jika menilai miring Al-Quran serta
Islam.

Dan ia pun tak pernah berupaya
menyembunyikan ketidaksukaannya pada Islam.

Maka, setelah perdebatannya dengan Deedat,
Shorrosh pun terus menorehkan reputasi sebagai
pengkritik Islam yang keras.

Lihat saja salah satu
buku yang ditulisnya, Islam Revealed: A Christian
Arab’s View of Islam.
Buku yang dipromosikan sebagai “pembuka mata
untuk melihat agama mematikan yang dipercaya satu
dari setiap lima orang di dunia” ini, selain berisi teks
perdebatan antara Shorrosh dan Ahmed Deedat, juga
berisi berbagai tudingan Shorrosh bahwa Islam
merupakan kepercayaan yang salah dan penuh
kekeliruan.

Lebih jauh, dalam Islam Revealed,
Shorrosh menggarisbawahi pendapatnya bahwa Islam
sebenarnya merupakan agama teror yang
menjunjung tinggi kekerasan.

Shorrosh yakin, akar
kekerasan Islam bersumber langsung dari Al-Quran.
Maka, ia pun menganjurkan kaum Muslim untuk
mengganti Al-Quran.

Mungkin, karena itu pula, Anis Shorrosh menyebut The
True Furqan sebagai bacaan penting. “Inilah Quran
yang lebih baik, ditulis dalam bahasa Arab yang indah
dan benar, serta diterjemahkan dalam bahasa Inggris
yang juga tepat,” katanya.
Toh, The True Furqan bukan
satu-satunya proyek Anis Shorrosh. Ia, misalnya, juga
punya proyek khusus yang diberi nama “Project
Informing Washington on the Truth of Islam”. Tetapi,
yang disebutnya sebagai kampanye mengenai
kebenaran Islam itu tak lain adalah propaganda untuk
“menyadarkan” pemerintah dan rakyat Amerika
bahwa negeri mereka telah diinvasi oleh Islam.

Buku-buku Anis Shorosh Lewat sebuah rekaman video
berjudul Islam: A Threat or Challenge, Shorrosh
berkampanye bahwa jauh sebelum peristiwa 11
September, ia sebenarnya telah sibuk mengingatkan
Amerika dan seluruh dunia akan ancaman Islam.

Rencananya, kaset propaganda ini dibagikan Shorrosh
kepada seluruh anggota Kongres, Senat, dan politisi
penting Amerika.

Toh, gaya Anis Shorrosh yang provokatif tak selalu
membuat nyaman umat Kristen Amerika.

Dua hari
setelah serangan teroris 11 September ke Gedung
World Trade Center, New York, Anis Shorrosh
diundang ke Houston Baptist University (HBU).

Ia diminta berceramah mengenai prinsip-prinsip dasar
ajaran Islam.

Dalam ceramahnya, Shorrosh malah menghubungkan
Nabi Muhammad dengan setan. Ia juga menyatakan
dengan yakin, kaum Muslim adalah pencinta
kekerasan.

Ceramah itu pun menyinggung sebagian
mahasiswa yang hadir, baik yang beragama Islam
maupun yang Kristen.

Jurnal Baptist Standar pernah melaporkan bahwa
ceramah Shorrosh itu memang penuh ucapan mengejutkan.

Untuk menghindari masuknya teroris,
misalnya, Shorrosh mengusulkan mengusir seluruh
kaum Muslim yang datang ke Amerika.

Shorrosh juga
sempat mengatakan bahwa sebaiknya seluruh warga
Amerika di Timur Tengah dipulangkan, setelah itu
dibom atom saja kawasan tersebut.

Shorrosh punya satu jalan keluar saja bagi Islam.
“Saya adalah salah satu dari ribuan umat Kristen yang
setiap Jumat malam berpuasa dan berdoa bagi kejatuhan Islam,” katanya.

Pidato semacam itu jelas membuat para petinggi universitas menyesal.

Mereka meminta maaf pada hadirin atas pernyataan Shorrosh.
“Anda pasti tak akan mengundang tamu ke rumah Anda hanya untuk membiarkan dia menghina Anda,”
tulis Doug Hodo, Rektor HBU, dalam edisi khusus surat
kabar kampus yang terbit sehari setelah pidato Shorrosh.

“Orang memang tak perlu minta maaf untuk imannya. Tetapi, dalam lingkungan di mana ada orang
beragama lain, Anda tentu tak bisa sengaja
melakukan sesuatu hanya untuk melukai mereka,”
kata Jack Purcell, Wakil Rektor HBU.
di sini download lembaran lembaran surah alkitab berbahasa arab The thrue quran Dr Anis Shorrosh

:

:

Iklan

APA TOLOK UKUR KESESATAN SUATU AJARAN/AGAMA?

::: bagaimana saudara bisa menilai suatu ajaran/agama itu sesat? apa tolak ukur yang saudara gunakan untuk menilai hal tersebut?
::
::
::===============
::JAWAB:
:Ketika ditanya apabila anda nanti meninggal,” apakah anda masuk Sorga ?” dan dijawab “Insya Allah” dan “walahu’alam bishawab”.

PENUH KETIDAK PASTIAN !

:

:

Islam Ditinjau Dari Pengamatan Sejarah

:Umat beragama wajib menyelidiki secara mendalam dasar kepercayaan mereka. Agama yang berasal dari Allah tentu dapat tahan pengujian ilmiah. Buku yang dibahas dalam tinjauan ini menantang kita untuk mempertimbangkan dasar kepercayaan kita.
:I. Keterangan Bibliografi
:
:Di bawah ini staf IDI memuat Tinjauan Buku berjudul “Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah” (Islam: In the Light of History). Dikarang: Dr. Rafat Amari. Panjang 359 halaman.
:
:Buku dalam format digital dapat dibaca pada tautan ini. Kiranya saudara pembaca mengetahui bahwa pemuatan tinjauan buku ini tidak berarti “Isa dan Islam” mengiakan setiap kalimat yang terdapat dalam buku. Namun kami yakin ada manfaat besar dari membaca buku ini.
:II. Pengantar Isi Buku
:
:Umat Muslim percaya, Al-Quran adalah kitab suci yang 100% firman Allah. Tidak ada sedikitpun campur tangan manusia. Apakah kebenaran Al-Quran dan para Penulis Hadis dapat dipertanggung-jawabkan?
:
:Dalam bukunya penulis mencantumkan bukti-bukti sejarah, bahwa kebenaran Al-Quran dan para penulis Hadis tidak dapat dipertanggung-jawabkan. Tujuan penulisan buku ini, untuk membuka wawasan pembaca mengenai beberapa kesulitan yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadist.
:III. Tinjauan Buku
:
:Penulis mencoba mengungkap beberapa kesulitan yang dihadapi, ketika seseorang ingin menerima Al-Quran sebagai wahyu dari Allah.
:
:Nabi umat Muslim dalam Al-Quran mengatakan, Ka’bah dibangun oleh Ibrahim dan puteranya ketika mereka mengunjungi Mekah. Itulah sebabnya lebih dari 1.5 milyar orang Muslim menghadap Mekah saat sholat. Benarkah yang diucapkan Muhammad?
:
:Data sejarah menunjukkan Mekah tidak ada sebelum jaman 4 M. Dapat dilihat dari catatan sejarah kuno yang ditulis sejarawan Yunani dan Roma, yang mengunjungi daerah Arab barat di mana Mekah berada. Ternyata tidak satu pun tulisan mereka menyinggung tentang Mekah.
:
:Ternyata daerah di mana kelak Mekah dibangun, merupakan daerah tak berpenghuni sebelum jaman Kristen. Mungkinkah Mekah pada masa kuno hanya pandangan nabi umat Muslim, yang tidak didukung oleh fakta sejarah?
:
:Bagi saudara pembaca yang ingin lebih mengetahui fakta sejarah tentang Islam, silakan membaca keseluruhan isi buku ini.
:IV. Kesimpulan
:
:Tentu sebuah kebenaran tidak akan menjerumuskan orang yang mengikutinya. Buku ini dapat menolong pembaca yang rindu untuk mencari kebenaran. Benarkah Al-Quran yang diterima Muhammad 100% firman Allah?
:
:Ketika membaca buku ini, kita perlu berpikir secara rasional, sehingga kita mendapatkan pencerahan dan menemukan kebenaran yang sejati. Sehingga kita akan mengenal Allah melalui wahyu-Nya yang benar.
:
:Orang benar akan mencari kebenaran yang sejati. Kebenaran sejati hanya dapat kita peroleh melalui Isa Al-Masih sebagai sumber kebenaran.
:
:Perlu ditekankan bahwa terutama kita harus terlepas dari penindasan dosa. Pembebasan dari tindasan dosa hanya terdapat dalam Isa Al-Masih, Juruselamat Dunia.
:V. Lima Pertanyaan yang Pantas Digumuli Pembaca
:Mengapa nabi umat Islam dan Al-Quran sulit dipercaya?
:Apakah Muhammad benar keturunan Ismail?
:Darimanakah asal ibadah Haji?
:Adakah peranan agama jin tanah Arab dalam melahirkan Islam milik Muhammad?
:Bagaimana seharusnya sikap umat Muslim setelah mengetahui kekurangan dalam Al-Quran dan Hadis?

:
:

Islam itu kejam!!! Agama apa yang memberikan aturan sekejam ini?

Islam itu kejam!!!
Agama apa yang memberikan aturan sekejam ini?

http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2011/09/06/islam-itu-kejam/

QISHAASH..
nyawa di bayar nyawa..
Agama yang tidak pemaaf!!! Membunuh seorang
pembunuh berarti sama saja kita pun jadi seorang
pembunuh. Mbok ya kalau salah dibalas dengan
memaafkan, dengan penuh cinta kasih.
*****
Ibarat sebuah barang pabrikan, yang paling tau
gimana produk termasuk cara perawatan produk
hasilnya adalah si tukang produksi barang. Jika
manusia produk Tuhan maka yang paling tau manusia
ya Tuhan.
Jangan lihat si pembunuh dapat ganjaran bakal
dibunuh tapi lihat umat manusia secara utuh yang
berada dalam sebuah komunitas, beginilah cara Allah
SWT melindungi hak hidup umatNya dari ancaman
kematian umatNya yang lain. Jika qishaash tidak
menjunjung tinggi HAK AZAZI MANUSIA, apa
namanya orang yang akan kita jatuhi hukuman
qishaash??!
Untuk pemaafan, firman Allah ini sangat jelas (Q.S. Al-
Baqarah [2] : 178)
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
qishaash berkenaan dengan orang-orang yang
dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka,
hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita.
Maka barangsiapa yang mendapat suatu PEMA’AFAN
dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan)
mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah
(yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang
memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang
demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu
dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas
sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.”
Saya fikir, tidak ada seorang ibu yang karena nafsu
ingin mencubit anaknya lalu sang ibu melontarkan
kata-kata “jangan bertengkar sama adeknya, ntar ibu
cubit!”

:

:

Eksekusi Biadab Ala Gerakan Reformis Islam

Eksekusi Biadab Ala Gerakan Reformis Islam

http://m.kompasiana.com/post/agama/2010/12/13/eksekusi-biadab-ala-gerakan-reformis-islam/

Bandung -Aksi semena-mena yang kian hari kian jauh
melebihi kejamnya kekejamanan laskar-laskar
underbow PKI di era Nasakom-nya Soekarno, kini
semakin tinggi intensitasnya.
Mungkin anda – terlebih generasi setelah 65- masih
ingat, zaman Orba kita sering di ajarkan (ada sebagain
yang mengatakan sebagai doktrinasi) sejarah, betapa
kejamnya PKI yang konon sering mencari-cari alasan
dan kesempatan guna memberangus tempat-tempat
ibadah guna mencegah setiap upaya orang beragama
untuk beribadah disana (dan itu mungkin saja,
berikutnya, akan berlanjut ke setiap rumah-rumah
penduduk)
Seperti kemarin, ratusan orang mengatas namakan
warga di Kompleks Perumahan Kencana, Kecamatan
Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
melakukan sweeping serta menutup paksa guna
disegel bangunan Gereja HKBP.
Tindakan vulgar bar-bar sekelompok masa yang
dimotori anggota Gerakan Reformis Islam (GARIS) ini
diwarnai keributan oleh pemaksaan pihak yang
merasa berwenang serta isak tangis dari pihak yang
tak berdaya, justru didepan pihak berwenang.
Modus yang dilakukan anggota Gerakan Reformis
Islam (GARIS) ini adalah melakukan sweeping. Dengan
arogan mereka memaksa memasuki setiap rumah ke
rumah lainnya dari anggota jemaat HKBP lalu
memaksa menandatangani surat pernyataan
penyegelan terhadap rumah-rumah yang diduga
digunakan sebagai tempat ibadah.
Sementara rumah-rumah yang diduga menjadi tempat
ibadah, para penghuni ataupun setiap orang yang
berada didalamnya dipaksa keluar oleh anggota
Gerakan Reformis Islam.
Aksi ini benar-benar diluar batas kewajaran
kemanusiaan. Terlebih bila mau pikir dari sisi pihak
yang bertindak sewenan-wenang selalu menggunakan
atribut Islam yang disebut-sebut sebagai agama
damai. Sementara pihak teraniaya yang selama ini
mengeluhkan kesulitan memperoleh isin memiliki
tempat ibadah secara resmi, sejauh ini, dari tempat-
tempat ibadah yang “ilegal” tersebut (karena tidak
pernah dikasih izin) belum pernah terdengar adanya
gerakan-gerakan terorisme, seperti pengajaran
kebencian, pembunuhan maupun pemboman terhadap
umat ataupun simbol-simbol agama Islam, non Islam
maupun terhadap kedaulatan pemerintah serta negara
Indonesia, termasuk terhadap negara kiblatnya
Gerakan Reformis Islam -Arab Saudi.
Di kawasan jalan Teratai Kecamatan Rancaekek,
seperti dilansir metrotvnews, terdapat 12 rumah yang
dijadikan sebagai tempat ibadah. Koordinator Gerakan
Reformis Islam Jawa Barat, Suryana Nurfi, mengatakan
kegiatan ini sudah berlangsung 10 tahun dan dilakukan
tanpa izin.

:

:

Ini hadis pembunuhan budak wanita yang sedang hamil:

Sunan Abu Daud 3795 :
Telah menceritakan kepada kami Abbad bin Musa Al
Khuttali berkata, telah mengabarkan kepada kami
Isma’il bin Ja’far Al madani dari Isra’il dari Utsman Asy
Syahham dari Ikrimah ia berkata, Ibnu Abbas pernah
bercerita kepada kami; “Seorang laki-laki buta
mempunyai Ummul Walad (budak wanita yang
dijadikan isteri) yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam, dan ia benar-benar telah melakukannya
(penghinaan). Laki-laki itu melarang dan
mengancamnya namun ia tidak berhenti dan ia terus
melarangnya namun wanita itu tidak menggubris.
Ibnu Abbas melanjutkan ceritanya, “Pada suatu
malam wanita itu kembali mencela Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, maka laki-laki itu mengambil
sebuah pisau tajam dan meletakkan di atas perut
wanita itu seraya menusuknya. Laki-laki itu
membunuhnya, sementara antara kedua kaki
wanita tersebut lahir seorang bayi mungil hingga ia
pun berlumuran darah.
Ketika hari telah pagi, kejadian tersebut disampaikan
kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau lantas
mengumpulkan orang-orang dan bersabda: “Aku
bersumpah kepada Allah atas seorang laki-laki, ia
telah melakukan suatu perbuatan karena aku, ia
dalam kebenaran.”
Kemudian laki-laki buta itu melangkah di antara
manusia hingga ia duduk di hadapan nabi shallallahu
‘alaihi wasallam. Ia lalu berkata, “Wahai Rasulullah,
aku adalah suaminya. Namun ia mencela dan
menghinamu, aku telah melarang dan
mengancamnya, namun ia tidak berhenti atau
menggubrisnya. Darinya aku telah dikaruniakan dua
orang anak yang gagah layaknya bintang yang
bersinar, wanita itu sangat sayang kepadaku. Namun,
tadi malam ia mencela dan menghinamu, lantas aku
mengambil pisau tajam, pisau itu aku letakkan di atas
perutnya dan aku tusukkan hingga ia mati.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda:
“Ketahuilah, bahwa darah wanita itu adalah sia-sia
(halal).”

https://buktidansaksi.com/Hadist-Pembunuhan-budak-wanita-yang-sedang-hamil

:

:

Menyidik Oknum Jibril

: Menyidik Oknum Jibril
:
:Kitab Suci memberitahukan bahwa manusia,siapa saja, selalu dalam posisi terancam oleh tipu-daya dan penyesatan setan. Diseluruh jagat raya ini setan kerjanya cuma satu, setiap mereka mengunjungi manusia demi untuk selalu menipu, menyesatkan dan menguasainya, dengan akibat kebinasaan bagi yang dimangsainya. Mulai dari Adam, setan telah menggelarkan ilmu spesialisasinya yang pertama dalam tipu-menipu, sehingga Adam dan Hawa jatuh dalam penyesatannya dan berbuat dosa:
:Ular (setan) itu berkata kepada perempuan (Hawa) itu:
:”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
:Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengeta hui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:1-5).
:
:Seterusnya semua jagad raya dan manusia menjadi “terkutuk” dalam segala penderitaan dan kematian, yang tadinya tak pernah dialami oleh Adam dan Hawa.
:Sejak itu tak ada lagi yang kebal dan luput dari penyesatan setan. Dan semua mereka berbuat dosa. Para Nabi bahkan tak luput dari tepukan setan, termasuk Muhammad seperti yang diakui olehnya sendiri:
:“Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan ketika lahirnya, lalu ia memekik menangis kare nanya, selain Maryam dan anaknya” (Hadis Shahih Bukhari 1493).
:
:Itu sebabnya, Alkitab dan Al’Quran dengan jelas mengatakan bahwa semua manusia terbaik pun telah berdosa:
:“Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 23:3).
:
:Adam, Pilihan Allah, telah berbuat dosa (Qs.2;36, 7:22-23)
:Ibrahim, Sahabat Allah, telah berbuat dosa (Qs.26:82)
:Musa, Penyambung lidah Allah, telah berbuat dosa (28:15-16)
:Daud, telah berbuat dosa (38:24-25)
:Yunus, telah berbuat dosa (37:142)
:Muhammad, Rasul Allah, telah berbuat dosa (47:19, 48:1-2, 33:36-38)
:Bahkan diperjelas bahwa Muhammad setiap harinya harus minta ampun dan bertobat, sedikitnya 70x sehari.
:“Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali” (HS.Bukhari no. 1732).
:
:Jadi, sekedar untuk refleksi rohani, “dosa apakah” yang begitu sering diperbuat oleh Muhammad sampai-sampai beliau harus meminta ampun (tetapi tak tobat-tobatnya berdosa!) rata-rata 20 menit sekali se panjang sehari dan semalam?
:
:Lalu siapakah yang lebih taat kepada Allah: Adam yang telah ber-masa-masa taat di Taman Eden (dan hanya satu kali saja melanggar soal makan buah), ataukah Muhammad yang selama kenabiannya yang 23 tahun itu terlibat dalam banyak sekali “peperangan, pembunuhan, penjarahan, pemuasan nafsu dll, yang samasekali bukan merupakan “contoh moral kenabian”?
:
:Diam-diam Muhammad sadar akan keberdosaan dirinya yang begitu hebat, namun itulah yang paling harus ditutupi Nabi. Sayangnya fakta yang begitu keras dan kasatmata sehingga tidak bisa dikaburkan lagi, bahwa selama hidupnya tercatat paling tidak Muhammad terpaksa mengakui dua buah aib yang melekat pada dirinya.
:
:Yang Pertama :
: Adalah kata-kata Muhammad sendiri pada detik-detik terakhir dari hidupnya. Disitu beliau mencari dua hal: mencari pengampunan umum dari Allah, dan mencari Juru Syafaat (diistilahkan: Teman Yang Maha Tinggi), sosok untuk menghubungkan dia diakhirat dengan Allah.
:Simak dengan teliti hadis Shahih Bukhari 1573-1574.
:
:Yang Kedua :
:Adalah jejak Muhammad yang terpaksa mengakui ketertipua nnya dalam bisikan setan, yang disebut sebagai “wahyu-setan”, lihat surat 22:52-53:
:“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi kecuali apabila dia menginginkan (membaca), maka setan mengganggu keinginannya (membaca), maka Allah menghapuskan gangguan setan itu. Kemudian Allah menetapkan ayat-ayatNya…agar Dia menjadikan apa-apa gangguan setan itu sebagai ujian terhadap orang orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang hatinya keras”.
:
:Terjemahan Pickthall: “Never sent We a messenger or a prophet before thee but when He recited (the message) Satan proposed (opposition) in respect of that which he recited thereof. But Allah abolisheth that which Satan proposeth. Then Allah establisheth His revelations. …”
:
:Tetapi segera terlihat bahwa ayat yang dengan susah payah diterjemahkan oleh para ahli demi menghalus-haluskan kelemahan Muhammad ini bukan saja sebuah pengakuan akan kelemahan aktual, tetapi juga suatu pendustaan dalam usaha membela dirinya Muhammad yang terlanjur tergoda setan, seolah-olah semua Rasul dan Nabi sebelum Muhammadpun telah sama kemasukan godaan setan dalam baca an ayat-ayatNya!
:
:Jelas Jibril melontarkan apa yang tidak bisa dibuktikannya. Tetapi mana ada “ayat-ayat setan” yang pernah dihasilkan dari Alkitab Tuhan? Tidak ada, dan haram jadah!
:
:Lalu dimanakah Jibril ketika terjadi intervensi setan? Kenapa ia terlambat menolong Muhammad dengan mencegah tipu-daya setan? Dan ketika muncul, ia lalu menuduh semua nabi/ rasul lain pernah ter-cemar setan?
:Tidakkah kita harus bertanya: siapa sesungguhnya Jibril ini?
:
:Penggelapan Status dan Sosok Jibril
:Bila Muslim mengusutnya dengan seksama, mereka akan menemukan bahwa Quran praktis TIDAK berbicara apapun tentang dirinya Jibril. Soalnya, diseluruh Quran hanya terdapat 3 ayat tertulis tentang Jibril, yaitu Qs.2:97, 98, dan 66:4. Lain-lain hanyalah tafsiran mengada-ada/ tambah an yang tak terdapat dalam wahyu asli arabik.
:
:Dan hanya ayat Qs.2:97-lah yang menyinggung nama Jibril yang dikaitkan sebagai agen pewahyuan, tetapi yang sekaligus “mengancam” musuh-musuh yang tidak mempercayainya.
:Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka (Jibril) itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah…”
:Sesungguhnyalah Muhammad tidak banyak tahu tentang Ruh yang satu ini (Jibril), dan itulah sebabnya nama Ruh ini baru muncul dalam pewahyuan setelah belasan tahun Muhammad berkenalan dengan Jibril!
:
:Kenapa sekian lama? Rupa-rupanya Jibril memang tidak mengingini Muhammad untuk menyidik jati dirinya, dan anehnya itu diwahyukannya secara menciutkan hati (discourage) orang lain yang mau menyimaknya lebih jauh, seolah-olah itu adalah urusan Allah saja yang tak boleh diutak atik.
:Dan jika mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Qs.17:85).
:
:Disini kembali Jibril quranik bertolak belakang dengan seruan Alkitab, yang JUSTRU mendorong (encou rage) umatNya untuk perlu menguji setiap Roh dikala ia menghadapinya, kalau-kalau Roh itu roh jadi-jadian yang bakal menyesatkan:
:“Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.!” (1Yohanes 4:1).
:
:Inilah sesungguhnya selubung misteri yang terbesar yang menyelimuti ajaran Islam, karena tak ada bukti apapun yang bisa diberikan oleh Muhammad MAUPUN Jibril kepada manusia tentang siapa Jibril yang menurunkan Quran dan yang menjadikan Islam!
:
:Padahal, seperti yang kita diwanti-wanti oleh Alkitab,
:
:- betapa ruh jahat mampu merasukkan dirinya dan menjadi ular (ditaman Eden), atau
:- menjadi orang bisu/dibisukan (Luke 11:14), atau
:- menjadi orang-kuat yang kalap di Gerasa (Lukas 8:26-33), atau
:- menjadi tukang sihir Elimas (Kisah Rasul 13:10), atau
:- terhadap salah satu murid Yesus menjadikannya manusia pengkhianat Yudas (lihat Yohanes 6:70; 13:27; Lukas 22:3,), dan
:- bahkan terhadap soko-guru murid Yesus, iblis bisa pula merasuk kepadanya dan menyesatkannya, dan itulah Petrus yang terpaksa dihardik oleh Yesus sendiri (lihat Markus 8:33)!
:Jadi, ketika Jibril menempatkan dirinya tertutup bagi penyidikan Muhammad dan Muslim lainnya, maka justru kita tahu bahwa dirinya tidak tahan uji terhadap keterbukaan dan kritikan.
:Sebagai kelanjutannya, banyak ayat-ayat harus diturunkan Jibril untuk membungkam “musuh-musuh Islam” dengan kekerasan.
:
:
:Pencatutan mujizat
:Ya, Muhammad memang bungkam, dan Muslim pun bungkam. Tak ada yang mempersoalkan siapa itu Jibril sesungguhnya. Semuanya taken for granted bahwa ia adalah utusan yang benar dari Tuhan yang benar.
:Tetapi siapa bilang bahwa Muhammad mustahil disesatkan “Jibril” dengan mengatas-namakan Allah yang fiktif? Sebab sejak kapan Jibril pernah membuktikan dirinya utusan TUHAN yang Mahakuasa, sementara ia sendiri tak ada kuasa-mujizat apapun yang mampu ditampakkannya, sama seperti Muhammad pula? Ia yang tak berkuasa tetapi berani mengatakan bahwa ia adalah “ruh yang sangat kuat” (powerful and mighty, Dawood Qs. 53:5).
:
:Padahal karena kenyataan tak ada kuasa mujizat itulah maka Jibril membisikkan Muhammad untuk menjadikan QURAN sebagai “mujizatnya”! Ini tentu saja “lelucon”, seolah-olah Quran adalah mujizat terbesar dan mujizat ini (Quran) cukup membuktikan dirinya sendiri dengan Quran! Suatu circular reasoning sesat yang berputar-putar yang tak akan sampai kemana pun:
:
:Jibril (via Muhammad) berkata: “Quran adalah firman Allah”.
:Orang kafir bertanya: “Siapa yang membuktikan itu firman Allah?”
:
:Jibril (via Muhammad) menjawab:
:“Quran yang saya sampaikan itu yang mengatakannya”.
:
:Dalam kefanatikannya terhadap Quran, Muslim kembali disesatkan ketika buru-buru membandingkan “mujizat Quran” yang diklaim lebih berotoritas ketimbang “mujizat tongkat Musa” dan “mujizat Isa Penyembuh”!
:
:Tetapi apa yang diperbandingkan itu adalah koruptif yang paling lucu. Sebab mereka samasekali lupa membandingkan apa yang seharusnya dan seutuhnya, yaitu “Mujizat Quran” seharusnya dihadapkan dengan “Mujizat Taurat + Mujizat Tongkat Musa”, dan dibandingkan lagi dengan “Mujizat Injil + Mujizat Yesus yang tiada tara”.
:
:Bahkan Muslim kurang awas bahwa Taurat dan Injil tidak pernah disebutkan oleh Musa atau Yesus sebagai “mujizat bagi dirinya”!
:
:Hanya Jibril dan Muhammad seorang yang dalam ketekorannya/ketiadaan akan mujizat Allah lalu menamakan “wahyu-Jibril” (Qs.2:97) itu sebagai suatu mujizat yang diberlakukan bagi dirinya.
:
:Dalam segala dimensi, Gabriel “bukanlah Jibril Quranik”.
:
:Secara fisik saja Muhammad – yang bingung tentang Jibril — telah mempertentangkan penampakan Jibril yang bisa berubah-ubah bentuk.
:
:1.Ada kalanya Jibril digambarkan sebagai sosok mirip Tuhan yang penuh kemuliaan dan kuasa (Qs.53:2-18).
:
:2.Ketika yang lain digambarkan sebagai berujud manusia sempurna (19:17 dan dibanyak hadis Nabi).
:
:3.Kali lain ia disamakan dengan Ruhulqudus yang tanpa ujud yang selalu mendampingi Isa dan memper kuatnya.
:
:4.Ada pula Hadis Shahih Bukhari (VI/380) menarasikan dari Ibnu Mas’ud, “Sesungguhnya Nabi melihat Jibril mempunyai 600 sayap”.
:Sebaliknya Muhammad sendiri justru menerima wahyu (Quran) bahwa malai kat itu mempunyai sayap, bukan 600, tetapi masing-masing dua, tiga, dan empat (Surat Faathir:1), mengikuti pola angka untuk poligami… alangkah simpang siurnya!
:
:5. Kita juga membaca bahwa ruh Jibril menampakkan dirinya kepada Muhammad di gua Hira entah sebagai apa, tetapi ia menggencet/mencekik lehernya, menggentarkannya, dan membiarkannya pulang dalam keadaan ter-teror berat (seluruh kisah ini tertulis di Hadis Bukhari” 9/87 no.111).
:Tidak ada berkat yang dibawa oleh ruh ini, selain tertekan, ketakutan, bingung (tidak paham) dan putus asa hingga Muhammad berkali-kali mencoba membunuh dirinya (HS. Bukhari 1846).
:
:Sebaliknya, di dalam Alkitab, kita mendapat gambaran yang sungguh berlainan dari malaikat Gabriel. Tak ada pemunculan dalam rupa teka-teki yang berubah-ubah yang ditekankan Alkitab. Tetapi kehadirannya yang beberapa kali ke dunia sebelum Muhammad justru selalu dibuka dengan “nuansa salam dan penuh kepedulian”, dan berakhir dengan meninggalkan “kasih dan berkat khusus” bagi orang pilihan Tuhan ini.
:
:Mari kita simak beberapa penampilan Gabriel yang total berlainan dengan Jibril:
:
:A. Gabriel menampakkan diri kepada Daniel (Daniel 8:16-18).
:“dan aku (Daniel) mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!” Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejut lah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!”
:Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali
:
:B. Gabriel menampakkan diri kepada imam Zakharia (Lukas1:13, 19).
:“Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu”
:”Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbica ra dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu”
:
:C. Gabriel menampakkan diri kepada Maria, ibu Yesus (Lukas1:28-32)
:Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau .” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.”
:Gabriel membawa pesan dahsyat dari surga bahwa perawan Maria akan mengandung dan melahirkan satu sosok yang akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi!
:Dan tidak main main, di situ Gabriel ulangi sekali lagi penegasan Yesus sebagai Anak Allah: “anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (ayat 35).Dan nubuat itu langsung terjadi.
:
:Sebaliknya kita tahu Jibril-Quranik tidak pernah bernubuat (Jibril tak mampu bermujizat dan bernubuat), melainkan menjiplak sambil memlintir kan pesan Gabriel 600-an tahun yang lalu, dengan menuduh seolah-olah orang-orang Nasrani sendirilah (bukan Gabriel) yang berkata dengan mengada-ada:
:”Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka…Dilaknati Allah mereka” (Qs.9:30).
:
:Nama Allah lalu dipakai oleh Jibril untuk melaknati semua orang Nasrani, sehingga beralasanlah Muhammad mengajak para pengikutnya untuk “memusuhi kaum Kristiani”, sama seperti pemuka-pemuka Yahudi telah memusuhi (dan membunuh) Yesus karena Ia telah menyebut diriNya “Anak Allah” :
:
:Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.” (Yohanes 19:7)
:
:Jadi, baik Gabriel maupun Yesus sendiri (yang disaksikan oleh semua orang Yahudi) membenarkan dirinya disebut sebagai Sang Anak Allah.
:
:Maka saatnya Muslim kini bertanya kritis: “Allah Yang Mana” yang dibawa dan yang diatas-namakan Jibril? Kenapa Ruh yang satu ini mati-matian menyangkal Yesus itu Anak Allah — sedikitnya sebanyak 17 kali dalam Quran– tetapi yang tidak mampu sekalipun mempertanggung jawabkan penyangkalan tersebut dengan menjawab pertanyaan sederhana berikut:
:
:“Kenapakah Yesus harus dihukum salib oleh Mahkamah Agama Yahudi?
:
:Dosa besar apakah yang bisa sah dituduhkan mereka kepadaNya selain dari apa yang Dia memang mengklaim diriNya sebagai Anak Allah?”
:
:Banyak Muslim agaknya tidak tahu bahwa Yesus tidak bisa didakwa atas apa-apa yang dikerjakanNya. Para Ahli Taurat dan orang Farisi tidak berkutik menghadapi tantangan Yesus yang dilontarkan didepan umum:
:
:“Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku (Yesus) berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” (Yohanes 8:46).
:
:Di sini menjadi jelas bahwa ketika Yesus didakwa untuk dihukum salib, maka dakwaan itu tak ada kaitannya dengan apa yang Dia lakukan, melainkan SIAPA yang Dia katakan tentang diriNya. Ya, Yesus dihukum mati karena Ia berkata sama dengan BapaNya, sama dengan Gabriel dll. secara mutawatir: “Akulah Anak Allah” (Lukas 22:70).
:
:Hanya Jibril-lah yang menafikan Isa itu Anak Allah dengan pendalilan yang absurd: “Bagaimana Dia (Allah) mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri” (6:101).
:
:Dan teman Muslim lupa, bahwa Satan itu adalah Mantan -Malaikat yang paling berjaya. Tidak ada satu manusiapun yang tidak bisa disentuh dan dijangkaunya selain Maryam dan Anaknya” (Hs. Bukhari 1493).
:
: Sebaliknya, hanya Yesus-lah yang ditakuti Satan, karena Dialah yang berkuasa meng hardik dan mengusir semua setan dan koncokonconya.
:Dan karena Satan begitu takut dengan kuasa Yesus, maka ia mati-matian harus menyesatkan orang agar jangan sampai mengetahui siapa Yesus itu sesungguhnya.
:
:Dan SATU-SATU-nya cara yang tersisa bagi Satan adalah dengan menampak kan dirinya dalam “rupa-rupa” bunglon yang berubah ubah, termasuk sebagai malaikat Terang demi dapat menyusupkan dirinya kemana-mana dengan tujuan untuk menggelapkan seluruh kebenaran Yesus: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Korintus 11:14).
:Mohon dicamkan: Iblis menyamar sebagai malaikat Terang!
:
:Bila secanggih itu Iblis menyamarkan dirinya pada manusia, maka manusia manakah yang tidak mampu dikibulinya? Adam, bapak awal manusia yang begitu dekat “aktifitas kesehariannya” dengan Allah, telah ditipunya dan terusir dari taman Eden. Apakah Allah ada mengecualikan Muhammad dari sentuhan setan?
:Kita telah mengungkapnya diatas.
:
:Dan seperti biasanya pada tataran permukaan, segala sesuatu yang dikatakan setan akan terkesan sangat benar, logis bahkan menggiurkan, dimana Satannya hanya bisa ditemukan bilamana Anda masuk ke dalam detailnya.
:Bukankah Tuhan Elohim telah berkata lurus kepada Adam:
:”Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kejadian 2:16-17).
:
:Tetapi Satan telah secara licin memlintirkannya secara sangat logis dengan berkata: “”Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah…”.
:Bukankah kenyataannya “benar” bahwa Adam tidak langsung mati ketika memakan buah tersebut, malahan ia seolah menjadi seperti “Allah”?
:Padahal Tuhan memaksudkannya sebagai kematian rohani (bukan fisikal) – langsung “terputus hubungan antara Sumber Kehidupan yang Mahakudus (yaitu Tuhan sendiri), dengan manusia yang mati secara rohani karena dosanya.
:Dan mata Adam memang jadi terbuka, tetapi bukan terbuka lagi untuk mampu melihat Allah yang Mahamulia, melainkan terbuka melihat ketelanjangannya !
:Akhirnya, itu pulalah yang Jibril Quranik persis bisikkan ayatnya kepada Muhammad: “Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri?” Padahal “Anak Allah” yang dimaknai Gabriel Alkitab 600 tahunan sebelumnya kepada Maria adalah “Ke-Anak-an rohani” (spiritual Sonship) yang samasekali tidak ada kait mengaitnya dengan MEMPUNYAI ISTERI!
:Akhirnya, Alkitab telah menjelaskan sejelas-jelasnya: “Satan ini adalah penipu dan penyesat dunia, sehingga jadilah umat manusia dimana “pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (setan), sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah” (2 Corinthians 4:4).

:

: